Ribuan pendaki ke Merapi pada malam Sura

Ribuan pendaki ke Merapi pada malam Sura

Sejumlah pendaki membuka tenda di bawah kaki Gunung Merapi yakni Pasar Bubrah yang di capai dari jalur Baru Selo, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (27/5). Pasar Bubrah merupakan titik transit bagi pendaki untuk berkemah dan melakukan pendakian ke puncak Gunung Merapi. (ANTARA/Teresia May) ()

Boyolali (ANTARA News) - Ribuan orang pendaki dari berbagai daerah melakukan pendakian ke puncak Gunung Merapi melalui Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada malam satu Sura (kalender Jawa).

"Jumlah mendaki dari berbagai daerah seperti Klaten, Solo, Semarang, Yogyakarta dan Boyolali sudah mulai berdatangan ke Base Camp di Dukuh Plalangan Lencoh Boyolali," kata petugas jaga retribusi pendakian dari Badan Taman Nasional Gunung Merapi BTNGM, Samsuri, di Boyolali, Selasa petang.

Menurut Samsuri, dengan kondisi cuaca di lereng Gunung Merapi yang memiliki ketinggian sekitar 2.913 meter di atas permukaan air laut tersebut cukup mendukung kegiatan pendakian ke puncak.

Oleh karena itu, ia memperkirakan jumlah pendaki ke Merapi malam Sura tahun ini, diperkirakan mencapai sekitar 2.000-an orang atau menurun dibandingan tahun sebelum malam Sura mencapai 3.000 orang.

Menurut dia, pendakian Gunung Merapi merupakan salah satu objek wisata di Boyolali yang masih banyak digemari masyarakat pencita alam.

Ia mengerahkan sekitar 45 anggota Tim SAR Barameru Desa Lencoh Selo untuk memantau banyaknya pendaki di lokasi dari base camp hingga ke Pos Pasar Bubrah atau memiliki ketinggian sekityar 2.500 meter di atas permukaan air laut.

"Sebanyak 45 anggota SAR Barameru Lencoh telah disiapkan untuk memantau pada pendaki pada malam 1 Sura ini," kat Samsuri yang juga anggota SAR Barameru Lencoh.

Menurut dia, untuk memantau pendaki, ditempatkan empat anggota di POS Pasar Bubrah, sembilan orang di Base Camp Plalangan.

Dua anggota SAR juga mendampingi masyarakat yang melaksanakan acara upacara ritual "Sedekah Gunung" di Pasar Bubrah atau di bawah puncak Merapi.

Ia mengimbau kepada pendaki untuk tetap berhati-hati dan jangan membuat api unggul sembarangan sebagai antisipasi kebakaran pada musim kekeringan saat ini.

"Kami harus hati-hati agar pendaki tidak sembarang membuang puntung rokok dan membuat api unggun yang bisa menyebabkan kebakaran," katanya.

Menyinggung soal retribusi bagi pendaki yang hendak ke Merapi, Samsuri mengatakan untuk wisatawan lokal pada hari libur seperti malam 1 Sura seperti sekaranga ditarik sebesar Rp18.500 per orang, sedangkan hari biasa hanya Rp16.000 per orang.

"Kami bagi wisatawan asing yang hendak melakukan pendakian ke puncak Merapi ditarik restribusi Rp150 ribu hingga Rp230 ribu," katanya.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Seluruh obyek wisata di radius 5 km dari puncak Merapi ditutup

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar