Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 22 klien pemasyarakatan mengikuti pelatihan pembuatan batik ecoprint yang digelar Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat.

Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti di Jakarta, Selasa, mengatakan, pelatihan batik ecoprint menunjukkan keseriusan Bapas dalam mengintegrasikan keterampilan ramah lingkungan ke dalam program pembinaan.

"Hasil ecoprint ini punya nilai ekonomis yang tinggi, klien pemasyarakatan diperkenalkan dengan berbagai daun di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan ecoprint," kata Sri.

Tak hanya itu, pelatihan ecoprint adalah wujud nyata upaya Bapas Jakarta Barat untuk memberikan bekal "soft skill" dan "hard skill" yang relevan dan bernilai jual.

"Sehingga para klien pemasyarakatan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk kembali produktif, mandiri, dan diterima di tengah masyarakat," kata dia.

Dengan keterampilan ecoprint yang ramah lingkungan dan ekonomis, kata Sri, diharapkan klien pemasyarakatan dapat menciptakan peluang usaha dan menjalin kehidupan yang lebih positif.

Sementara itu, Robi, salah satu klien pemasyarakatan menyambut baik kegiatan pelatihan itu.

"Ini menambah wawasan dan ilmu yang baru. Saya harap hasil pelatihan bisa menjadi bekal keterampilan dan rencana usaha mandiri," ujarnya.

Baca juga: Puluhan klien pemasyarakatan Bapas Jakbar ikut pemeriksaan TBC dan HIV

Baca juga: Bapas Jakbar libatkan warga binaan bersihkan lingkungan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.