Bupati Malang kagumi totalitas Satu Suro warga Gunung Kawi

Bupati Malang kagumi totalitas Satu Suro warga Gunung Kawi

Tradisi Sambut Satu Suro. Warga membawa sesaji yang diletakkan di atas patung kerbau pada Kirab Sesaji di Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, Selasa (5/11). Kegiatan ritual tahunan yang diikuti ratusan peserta tersebut diadakan untuk merayakan Tahun Baru Jawa atau 1 Suro. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) ()

Saya benar-benar kagum dengan totalitas warga di Gunung Kawi ini yang tiada henti berinovasi untuk menggerakkan ekonomi warga melalui industri wisata relegi. Salah satu even yang mampu menarik wisatawan adalah kirab 1 Suro (1 Muharram) ini."
Malang (ANTARA News) - Bupati Malang, Jawa Timur Rendra Kresna menyatakan kekagumannya terhadap totalitas warga di kawasan Gunung Kawi yang berlokasi di Kecamatan Wonosari kabupaten setempat yang terus berupaya memajukan industri pariwisata melalui berbagai kegiatan.

"Saya benar-benar kagum dengan totalitas warga di Gunung Kawi ini yang tiada henti berinovasi untuk menggerakkan ekonomi warga melalui industri wisata relegi. Salah satu even yang mampu menarik wisatawan adalah kirab 1 Suro (1 Muharram) ini," kata Rendra Kresna di sela-sela acara Gebyar Kirab 1 Suro Desa Wonosari di kawasan Gunung Kawi Kabupaten Malang, Rabu.

Gebyar Kirab 1 Suro ini, lanjutnya, sekarang menjadi andalan Kabupaten Malang untuk menarik minat wisatawan mancanegara. Warga Wonosari cukup konsisten dalam melestarikan budaya lokal, bahkan selama ini kerukunan antarumat terjalin kental.

"Hal ini patut dicontoh semua masyarakat, bahwa kerukunan bisa terjalin dengan kegiatan budaya dan seni yang kemudian dikemas menjadi salah satu wisata relegi. Apalagi kawasan Gunung Kawi ini merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Malang," kata Rendra.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah mendukung penuh kegiatan tahunan 1 Suro ini. Karena adanya even tersebut, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang meningkat.

Pemkab Malang, ujarnya, akan terus berupaya melengkapi infrastruktur dan sarana prasarana penunjang di Gunung Kawi, sehingga wisatawan tertarik untuk datang dan menikmati berbagai suguhan di desa wisata ini. "Tahun depan anggaran pariwisata cukup besar, salah satunya untuk pengembangan di Gunung Kawi, termasuk untuk mengangkat tradisi budaya yang dimiliki daerah ini," ucapnya.

Pada kesempatan itu Rendra berharap acara ritual tahunan itu tidak sekadar formalitas, namun memiliki pesan moral bagi seluruh masyarakat. "Saya kagum totalitas warga sini, tetapi jangan lupakan tujuan awalnya," kata politisi Partai Folkar tersebut.

Bahkan, kalau bisa setiap ada kunjungan wisatawan dilakukan proses penyambutan dengan menampilkan tarian khas Gunung Kawi agar pengunjung punya kesan khusus yang bisa diceriterakan pada masyarakat lainnya dan menyarankan untuk berkunjung ke DEsa Wisata Gunung Kawi.

Sementara itu, dalam Gebyar Kirab 1 Suro tersebut diikuti oleh 15 kontingen. Selain ogoh-ogoh dan jolen, ada pula tumpeng batu akik yang dikirab peserta acara tersebut. Acara tahunan itu juga dijubeli belaasan ribu pengunjung, termasuk pengunjung mancanegara.

Sebelum kirab diberangkatkan, peserta maupun tamu undangan disuguhi tarian khas Gunung Kawi yang diperagakan oleh sekitar 500 penari perempuan.

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Umat Katolik Pekalongan gelar Misa Satu Suro

Komentar