Beijing (ANTARA) - Otoritas kesehatan China memperingatkan bahwa timbulnya musim penyakit pernapasan, namun tidak ada patogen yang tidak diketahui atau penyakit menular baru yang terdeteksi.
"Semua patogen yang teridentifikasi sejauh ini adalah patogen yang sudah dikenal dan umum," kata Peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China Wang Dayan.
Dia menambahkan bahwa virus influenza, rhinovirus, dan respiratory syncytial virus (RSV) merupakan penyebab utama infeksi pernapasan akut pada musim ini.
Menurut Wang, aktivitas flu di seluruh negeri tetap moderat namun terus meningkat. Wabah flu diperkirakan akan mencapai puncaknya antara pertengahan Desember dan awal Januari 2026.
Provinsi-provinsi di selatan mengalami penularan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah utara, dengan influenza A (H3N2) menyumbang lebih dari 95 persen dari semua kasus yang dilaporkan, kata Wang.
Pejabat dari Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China Jiao Zhenquan mengatakan pemantauan infeksi pernapasan akut telah dilakukan untuk melacak tren patogen dan mutasi virus.
Otoritas kesehatan mendesak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi influenza dan penyakit lain yang dapat dicegah, sembari meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyakit.
Pemerintah daerah di seluruh China meningkatkan upaya untuk melindungi kelompok berisiko tinggi.
Di Beijing, vaksinasi flu gratis ditawarkan kepada kelompok lanjut usia (lansia) dan anak-anak usia sekolah. Di Tianjin, pusat kesehatan masyarakat telah meluncurkan klinik rawat jalan percontohan untuk infeksi pernapasan anak-anak yang menggabungkan diagnosis dan pengobatan, tes cepat, vaksinasi, pendidikan kesehatan, dan layanan rujukan untuk kasus berat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.