Masyarakat Indonesia berfokus pada keamanan dan keselamatan ketika mereka berinvestasi,

Jakarta (ANTARA) - World Gold Council (WGC) melihat peluang bahwa Indonesia akan menjadi salah satu pemain kunci pasar emas secara global, yang menyaingi pemain besar saat ini yaitu China dan India.

“Kami melihat Indonesia bisa menjadi pemain kunci pada pasar emas ke depannya, yang mungkin bisa menyaingi China dan India dalam hal konsumen utama emas,” kata Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC Shaokai Fan dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

Dari survei yang dilakukan oleh WGC terhadap 2.000 responden, sekitar 60-70 persen responden mengandalkan emas sebagai salah satu bentuk simpanan, baik berupa perhiasan, emas batangan, maupun emas ETF (reksa dana berbasis emas).

Rata-rata proporsi emas dalam portofolio investasi responden berkisar 1-10 persen. Data ini menunjukkan bahwa emas termasuk salah satu strategi keuangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: WGC lihat peluang redenominasi rupiah berdampak positif ke minat emas

Berdasarkan temuan WGC, mayoritas responden menyatakan motivasi mereka berinvestasi emas dilandaskan pada tiga alasan utama, yaitu sebagai dana darurat, persiapan pensiun, serta warisan untuk anak-anak.

“Masyarakat Indonesia berfokus pada keamanan dan keselamatan ketika mereka berinvestasi,” tambah Shaokai.

Selain itu, responden di Indonesia menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan dengan responden di negara lain dalam hal literasi emas.

Responden cenderung menunjukkan bahwa mereka mengetahui cara mengakses emas, baik terkait tempat pembelian maupun cara membelinya.

Baca juga: Emas Antam Rabu ini naik Rp7.000 ke angka Rp2,367 juta per gram

“Ini berbeda dari banyak pasar di dunia. Banyak negara yang masyarakatnya itu tidak familier dengan emas, terutama di negara Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, responden di Indonesia juga cenderung memperlihatkan optimisme terhadap emas sebagai instrumen investasi di masa mendatang.

Dari 78 persen responden yang pernah membeli emas, sebanyak 85 persen di antaranya berencana membeli emas kembali dalam satu tahun ke depan.

Sedangkan dari 22 persen responden yang belum pernah membeli emas, sekitar 26 persen di antaranya mengaku memiliki minat membeli emas dalam satu tahun ke depan, sedangkan 62 persen lainnya berencana membeli emas di masa mendatang meski bukan dalam waktu dekat.

Baca juga: WGC: Prospek emas 2026 bergantung tarif dagang dan suku bunga AS

“Jadi, 88 persen mengatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk membeli emas di masa depan, meski mereka tidak pernah berinvestasi emas sebelumnya. Itu sangat tinggi dibandingkan dengan pasar lain,” kata Shaokai lagi.

“Artinya, prospek emas di Indonesia ini sangat besar, dan kami yakini menjadi pasar yang siap take off dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.