Ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat bisa berkompetisi, bahkan dengan China,
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia (AGTI) menyatakan, ekspansi PT Citra Terus Makmur (CTM) menunjukkan bahwa industri tekstil nasional memiliki kemampuan daya saing yang kuat.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat bisa berkompetisi, bahkan dengan China,” kata Sekretaris Jenderal AGTI Rizal Tanzil Rakhman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Rizal mengatakan, pihaknya terus mendorong anggotanya untuk tumbuh dan berani berekspansi di tengah tantangan global.
AGTI, kata Rizal, ingin perusahaan tekstil dan garmen yang menjadi anggotanya dapat menjawab tantangan industri dengan meningkatkan daya saing.
Baca juga: AGTI siap dukung pemerintah berikan pelatihan kerja tekstil dan garmen
Menyambung hal itu, dia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terkait bahan baku dan penyederhanaan perizinan bagi industri yang ingin memperluas investasi.
Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk tidak memberlakukan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap benang POY dan DTY. Langkah ini dikatakan memberikan dampak positif karena dapat menumbuhkan investasi di industri hulu tekstil.
PT CTM, kata Rizal, menjadi contoh investasi yang tumbuh dan berkembang untuk memasok kebutuhan industri tekstil nasional.
Ia pun berharap pemerintah dapat menjamin ketersediaan bahan baku benang POY dengan harga yang wajar.
Baca juga: Temui Purbaya, AGTI sampaikan peta jalan perlindungan industri tekstil
“Dengan dukungan regulasi yang tepat dan semangat kompetitif pelaku usaha seperti CTM, industri tekstil nasional akan terus berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” tuturnya.
Sebelumnya, AGTI menyatakan siap mendukung pemerintah dalam menyediakan pelatihan kerja untuk meningkatkan daya saing sektor tekstil dan garmen nasional.
Untuk mewujudkan dukungan itu, AGTI telah melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli untuk membahas penguatan kerja sama strategis antara pemerintah dan industri.
AGTI berkomitmen mendukung berbagai inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program magang dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.
Baca juga: Menperin tegaskan kesiapan RI jadi pusat inovasi tekstil dunia
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.