Jakarta (ANTARA) - Aktor Reza Rahadian menyoroti film sebagai medium berbeda untuk menyuarakan aspirasi dan merespons isu-isu penting nasional.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri gala perdana proyek film terbaru yang dibintanginya, "Keadilan: The Verdict", sebuah drama yang mengangkat isu manipulasi hukum.

Acara gala perdana di Jakarta, Rabu petang, itu dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai institusi, di antaranya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) hingga Universitas Pancasila.

Baca juga: Panglima TNI hadiri gala perdana film Believe

Film yang merupakan hasil kolaborasi Indonesia-Korea Selatan itu oleh Reza dipandang relevan dengan situasi saat ini.

"Proyek yang penting untuk merespons situasi kita saat ini. Situasi yang saya yakin kalian semua mahasiswa lebih tahu. Dan saya berharap film ini bisa menjadi medium berbeda bagi kita untuk bersuara. Terima kasih," ujar dia.

Dalam "Keadilan: The Verdict", Reza berperan sebagai Timo, seorang pengacara yang banyak akalnya, berhadapan dengan karakter Raka (Rio Dewanto), yang berjuang mencari kebenaran di tengah sistem hukum yang korup.

Baca juga: Reza Rahadian terlibat penuh dalam pengarahan film "Pangku"

Aktor Rio Dewanto turut menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya atas sambutan hangat dan antusiasme penonton muda menghadiri acara gala perdana film tersebut.

"Halo, selamat malam semuanya. Terima kasih banyak sudah datang dan melihat respons positif serta antusias kalian. Tentu saja, kami juga sangat senang karena kami membuat karya ini hanya untuk kalian. Terima kasih," kata Rio.

Film drama "Keadilan: The Verdict", yang dibintangi Reza Rahadian dan Rio Dewanto diklaim oleh produser Manoj Punjabi dari MD Pictures, mengusung genre baru di kancah perfilman Indonesia yaitu "legal thriller".

Baca juga: Film "Pangku" raih 7 nominasi FFI usai raih empat penghargaan di BIFF

Film disutradarai oleh dua nama: Yusron Fuadi dari Indonesia yang sebelumnya menyutradarai "Setan Alas", dan Lee Chang-hee dari Korea Selatan yang dikenal lewat serial Netflix "A Killer Paradox".

Karya mereka yang disinergikan antara MD Pictures dengan rumah produksi Korea Selatan, Innikor Pictures dan JNC Media itu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 November 2025.

Baca juga: Reza Rahadian cerita adegan kunci film "Pangku" yang halangi rating SU

Baca juga: Film "Pangku" arahan Reza Rahadian raih empat penghargaan di BIFF 2025

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.