Jayapura (ANTARA) - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebutkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Papua yang hingga saat ini telah mencapai Rp1,75 triliun dengan total 23.955 debitur.

"Capaian ini masih akan terus bertambah di mana saya melihat ada potensi peningkatan penyaluran KUR masih sangat besar apabila pemerintah daerah ikut lebih aktif dalam mengusulkan calon nasabah," katanya usai membuka kegiatan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro, di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, Rabu (12/11).

Menurut Maman, di mana data penyaluran KUR di Papua sejauh ini masih didominasi oleh upaya bank penyalur. Padahal pemerintah daerah memiliki wewenang yang sama dengan pemerintah pusat dalam mengajukan nama-nama calon debitur.

"Untuk itu saya berharap adanya keterlibatan aktif pemerintah daerah guna memastikan program KUR tepat sasaran dan mampu membantu pelaku usaha lokal berkembang," ujarnya.

Di menjelaskan pihaknya yakin dengan kolaborasi antara Pemda dan lembaga penyalur, KUR diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pelaku UMKM hingga ke pelosok daerah.

“Program KUR adalah kebijakan strategis pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas sehingga harus digunakan dana ini secara bijak untuk memperkuat ekonomi rakyat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan menegaskan komitmen Pemprov Papua untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal.

“Kami selalu siap bersinergi dengan perbankan dan kementerian terkait agar penyaluran KUR semakin merata, terutama bagi pelaku usaha di daerah pedalaman dan pesisir,” katanya.

Baca juga: Askrindo teken kerja sama KUR dengan Bank Papua

Baca juga: DJPb Papua Barat: Penyaluran KUR mencapai Rp136,99 miliar

Baca juga: Pemkab Biak minta pelaku usaha ekonomi kreatif manfaatkan KUR

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.