Jakarta (ANTARA) - Pebasket muda China Zhang Ziyu menorehkan sejarah baru dalam dunia bola basket putri negara tersebut, setelah berhasil melakukan dunk dalam pertandingan resmi.

Berdasarkan laman Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) yang dikutip di Jakarta, Rabu, aksi ala pebasket NBA tersebut menjadikan Zhang sebagai pebasket putri pertama dari China yang mampu melakukan dunk di laga kompetitif.

Momen bersejarah itu terjadi pada ajang U-18 Group dalam Pekan Olahraga Nasional China ke-15.

Zhang yang berumur 18 tahun dan berpostur tubuh setinggi 2,2 meter, mencetak dunk dengan gemilang dan memicu sorotan luas di dunia olahraga.

Sebelumnya, pebasket Han Xu juga sempat melakukan dunk pada laga All-Star Women's Chinese Basketball Association (WCBA) tahun lalu. Namun, pencapaian Zhang dinilai lebih istimewa karena terjadi di pertandingan resmi, bukan ajang eksibisi.

Prestasi Zhang menjadi simbol kemajuan pesat bola basket putri di China, sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan fisik dan teknik para pemain muda.

Center itu telah lama menjadi sorotan media karena dominasinya di bawah ring dan potensinya untuk tampil di level internasional.

Fenomena dunk di bola basket putri bukan hanya terjadi di China. Pada 2025, yakni saat U-18 Women's EuroBasket, pebasket Prancis Alicia Tournebize juga mencetak dunk dua tangan, sementara Dominique Malonga dan Toby Fournier sudah lebih dulu dikenal lewat kemampuan atletis mereka sejak 2022.

Kini Zhang Ziyu resmi menambah daftar panjang bintang muda yang mendorong batas kemampuan dalam bola basket putri, sekaligus membuka babak baru bagi generasi penerus olahraga tersebut di China.

Dunk atau slam dunk adalah gerakan dalam olahraga bola basket, yaitu pemain melompat dan memasukkan bola langsung ke dalam ring menggunakan satu atau dua tangan.

Biasanya dunk dilakukan dengan tenaga dan gaya yang kuat, sehingga terlihat spektakuler atau sering menjadi momen paling menarik dalam pertandingan.

Baca juga: Sue Bird nilai Piala Dunia Basket Putri lebih sulit dari Olimpiade

Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.