Jakarta (ANTARA) - Google akan memberikan peringatan khusus di Play Store bagi aplikasi yang dinilai menguras daya baterai secara berlebihan.

Langkah ini diambil untuk melindungi pengguna Android dari aplikasi yang menjalankan aktivitas berlebihan di latar belakang dan menyebabkan konsumsi daya meningkat.

Dilansir dari Engadget pada Rabu, Google menjelaskan telah meluncurkan sistem pengukuran baru yang memantau efisiensi penggunaan daya aplikasi.

Baca juga: Google mungkinkan pengguna minta rekannya bayar langganan aplikasi

Jika pengembang tidak mematuhi pedoman efisiensi baterai yang ditetapkan, sistem akan menampilkan peringatan pada halaman Play Store yang memberi tahu pengguna bahwa aplikasi tersebut menggunakan baterai lebih banyak dari yang semestinya.

Peringatan ini difokuskan pada aktivitas wake lock, yaitu kondisi ketika aplikasi mencegah ponsel masuk ke mode tidur agar tetap menjalankan aktivitas di latar belakang.

Google menyebut wake lock sebagai penyebab utama borosnya daya baterai, dan menetapkan batas maksimal dua jam kumulatif penggunaan wake lock dalam kurun waktu 24 jam.

Baca juga: Google Search dan Play Store diduga melanggar undang-undang Uni Eropa

Pengecualian hanya berlaku untuk aplikasi dengan proses latar belakang yang memberikan manfaat langsung bagi pengguna, seperti pemutaran musik atau transfer data.

Jika pengembang tidak segera memperbaiki masalah tersebut, aplikasi akan ditandai dengan label peringatan dan berpotensi dikeluarkan dari sejumlah rekomendasi di Play Store.

Kebijakan baru ini akan mulai diterapkan pada 1 Maret 2026, dengan harapan dapat mendorong pengembang mengoptimalkan kinerja aplikasi sekaligus memperpanjang daya tahan baterai perangkat pengguna.

Baca juga: Google Play Store bakal pakai AI jawab pertanyaan pengguna soal apps

Baca juga: Google Play Store rilis fitur "uninstall" aplikasi dari jarak jauh

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.