Mohon maaf pak kyai, ini saya silaturahmi sambil jualan KUR, karena ini memang program Pak Presiden
Cirebon (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno "menjajakan" Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para kyai Jawa Barat, serta pengurus dan para santri Pesantren Buntet di Astanajapura, Cirebon, Jumat.

"Mohon maaf pak kyai, ini saya silaturahmi sambil jualan KUR, karena ini memang program Pak Presiden," kata Rini disambut gelak tawa hadirin, saat tanya jawab soal program-program pemerintah, didampingi Ketua Yayasan Ponpes Buntet, Kiyai Haji Adib Rofiudin dan sebagian besar kyai se-Jawa Barat.

Dalam kunjungan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Cirebon, mulai dari sidak Pabrik Gula PT Rajawali II Unit Sindanglaut, peninjauan PT Pelindo II Pelabuhan Cirebon hingga pasar kerajinan, Rini menjelaskan program KUR memiliki beberapa keunggulan, antara lain bunga cukup rendah hanya 12 persen dari sebelumnya 22 persen, dengan fokus beberapa usaha salah satunya sektor pertanian.

"Jadi nanti pak kyai kalau banyak warga sini yang mau KUR bisa langsung hubungi BRI, karena ini program BRI," ujar Rini.

PT Bank Rakyat Indonesia menyalurkan KUR kepada beberapa orang warga yang tinggal di sekitar Pesantren Buntet mulai dari Rp5 juta higga Rp20 juta.

Masyarakat juga antusiastis menanyakan rencana pemerintah membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung.

"Kereta cepat ini direalisasikan tidak saja menguntungkan penduduk Bandung saja, namun secara keseluruhan warga Jawa Barat," kata Rini. "Selama ini sentra ekonomi hanya terkonsentrasi di bebeberapa titik, nanti seiring dengan teralisasinya kereta cepat akan membawa efek berantai ekonomi di Jawa Barat."

Saat salah seorang ustad melontarkan pertanyaan berupa ide agar jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung diteruskan hingga Cirebon, Rini tertawa.

"Bisa saja...Tapi sabar, kita fokus Jakarta-Bandung dulu ya...," jawab Rini diiringi senyum.


Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015