Addis Ababa (ANTARA) - Para pakar dan pembuat kebijakan menekankan perlunya upaya meningkatkan peran Afrika serta kemitraannya dengan Kelompok 20 (Group of 20/G20) agar prioritas pembangunan utama di benua ini dapat ditangani secara efektif.
Mereka menyampaikan seruan tersebut pada Senin (10/11) dalam sebuah dialog tingkat tinggi G20-Afrika, yang diselenggarakan oleh Kepresidenan G20 Afrika Selatan (Afsel) bekerja sama dengan Uni Afrika (UA) di markas besar UA di Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia.
"Dunia membutuhkan lebih banyak solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan, yang merupakan tema kepresidenan G20 Afsel," kata Wakil Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afsel Alvin Botes.
"Inti dari tema ini adalah filosofi Afrika Ubuntu, yang selaras dengan slogan Agenda 2030 dan SDG yang berkaitan, yakni tidak meninggalkan siapa pun," kata Botes, mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Komisaris UA itu memosisikan G20 sebagai platform utama dengan "mandat dan tanggung jawab moral untuk memimpin" dalam mentransformasi arsitektur keuangan global.
Di bawah kepresidenan Afsel, G20 telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengangkat suara Afrika, menciptakan peluang untuk menyusun sebuah agenda demi akses yang lebih adil terhadap keuangan.
Sejak bergabung dengan G20 pada 2023, UA telah merumuskan enam prioritas utama yang akan menjadi fokusnya selama tiga tahun ke depan.
Prioritas-prioritas tersebut meliputi percepatan pelaksanaan cetak biru pembangunan 50 tahun blok benua itu, Agenda 2063; mendorong reformasi lembaga keuangan internasional; meningkatkan output pertanian; mewujudkan transisi energi yang adil; mempromosikan perdagangan dan investasi untuk Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (African Continental Free Trade Area/AfCFTA); serta meningkatkan investasi dalam produksi vaksin dan penanganan pandemi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.