Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) untuk terus "mengejar" produk-produk kosmetik ilegal untuk melindungi industri dan produk kosmetik lokal.
Menurut dia, seluruh pihak harus turut membantu Perkosmi guna menghentikan maraknya kosmetik ilegal yang bisa merugikan ekonomi nasional. Dia juga meminta Perkosmi untuk sering berbicara di publik agar hal itu tidak dianggap remeh.
"Saya minta yang soal ilegal ini, itu Ibu kejar itu. Perkosmi ini organisasi,melindungi banyak pengusaha di belakang Ibu," kata Saleh saat berbicara dengan Sekretaris Jenderal Perkosmi Yanne Sukmadewi dalam rapat soal Industri Kecil Menengah di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan bahwa dunia kosmetik bukan merupakan bisnis kecil. Sebab, dia menilai, masyarakat mudah tertarik dengan kosmetik-kosmetik yang mengklaim bisa menghilangkan jerawat hingga memutihkan wajah.
Untuk itu, menurut dia, semakin besar produk kosmetik ilegal beredar di Indonesia, maka perputaran uang akan terus pergi ke luar negeri yang menyebabkan industri dalam negeri tidak akan bertumbuh.
Meski begitu, menurut dia, Perkosmi juga tidak bisa protes kepada produk kosmetik dari luar negeri yang legal untuk beredar di Indonesia. Sebab, kata dia, produk kosmetik Indonesia juga bisa diekspor ke negara-negara lain.
"Saya tahu di Indonesia saja persaingan antar sesama mereka saja ngeri. Sesama mereka saja ini kan ada yang dipenjara juga. Bukan tanggung-tanggung pemainnya," kata dia.
Sementara itu, Sekjen Perkosmi Yanne Sukmadewi mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki Task Force yang juga bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk menindak kosmetik ilegal.
"Saat ini kami mendengar bahwa ada yang sedang diproses," kata Yanne.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.