Jakarta (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat kegiatan bursa kerja (job fair) yang diadakan sejak Februari 2025 hingga November ini telah menyerap sekitar 2.399 tenaga kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin menyebutkan total sudah menyelenggarakan 20 kegiatan bursa kerja baik di tingkat kota, bursa kerja khusus, kampus maupun khusus untuk disabilitas di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

"Dari total kegiatan tersebut kami sudah mengikutsertakan 700 perusahaan dengan total penempatan tenaga kerja sebanyak 2.399 orang," kata dia di Jakarta, Kamis.

Khusus untuk disabilitas misalnya, sebanyak 150 orang sudah tersalurkan ke berbagai perusahaan melalui 13 bursa kerja yang diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Job Fair Upskilling Disabilitas yang dilaksanakan pada 3 November 2025 telah berhasil menempatkan tenaga kerja disabilitas seperti tenaga kerja disabilitas netra dan disabilitas fisik," ujar Syaripudin.

Dia mengatakan, Pemprov DKI selain membantu membuka peluang bekerja di Jakarta, juga aktif memfasilitasi pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri.

Salah satunya melalui program magang dan penempatan alumni Pusat pelatihan Kerja Daerah yang ada di DKI Jakarta.

Adapun hari ini hingga 14 November 2025, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan "Jakarta Job Fest 2025" yang mengusung tema "Jakarta Kota Global, Buka Akses Bangun Karier".

Kegiatan ini merupakan puncak dari berbagai rangkaian bursa kerja yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Februari 2025. Total 12 ribu lowongan kerja ditawarkan dalam festival busa kerja tersebut.

Baca juga: DKI hadirkan mobil layanan keliling di bursa kerja

Baca juga: Angin segar dari Jakarta bagi karier difabel

Baca juga: 3.036 lowongan kerja tersedia di bursa kerja Jakarta Selatan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.