Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menambahkan pelajaran bahasa di jenjang sekolah menengah atas dan kejuruan sebagai bagian upaya menyiapkan mereka saat ingin bekerja di luar negeri.
"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk menambahkan bahasa di setiap SMK kita, sekolah perawatan, sekolah kesehatan. Untuk mempersiapkan mereka menjadi pekerja keluar negeri," kata Rano di Jakarta, Kamis.
Instruksi ini diberikan mengingat bahasa asing semisal Jepang, Mandarin, Inggris, dan lainnya kerap menjadi hambatan saat akan menempatkan pekerja di luar negeri.
Padahal, peluang kerja di luar negeri cukup besar. Jepang misalnya, membutuhkan 750 ribu tenaga kerja setiap tahun.
"Sebetulnya anak-anak kita siap buat bekerja, hanya problem pertama adalah bahasa asing. Jujur, Dinas Pendidikan kita belum mempersiapkan bahasa dari awal," kata Rano.
Karena itu, mulai tahun depan, Disdik DKI akan memasukkan pelajaran bahasa asing ke dalam kurikulum sekolah.
Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas mengamini banyaknya permintaan tenaga kerja dari luar negeri. Namun, pemenuhan kebutuhan ini terganjal kesiapan teknis dan bahasa calon pekerja.
Karena itu, KP2MI mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersiapkan sedini mungkin, yang dimulai dari sekolah-sekolah tingkat atas (SMA/SMK) terkait pembelajaran bahasa asing di sekolah.
"Sehingga pada waktunya nanti ini bisa didorong untuk mempermudah mengisi jabatan-jabatan yang ada di luar negeri," kata Ahnas.
Data KP2MI per November tahun 2025 menunjukkan terdapat sekitar 359 ribu lowongan kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, hampir 70 ribu telah terisi.
Baca juga: Rano Karno kukuhkan 6.035 anggota Satlinmas dan Satgas Linmas
Baca juga: DKI evaluasi standar keamanan di sekolah usai insiden SMAN 72
Baca juga: DKI berambisi jadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.