Moskow (ANTARA) - Majelis rendah parlemen Prancis, National Assembly (Majelis Nasional), menyetujui amandemen yang mengusulkan penangguhan terhadap reformasi pensiun yang kontroversial.
Sejak Oktober, anggota parlemen Prancis telah meninjau rancangan anggaran negara dan jaminan sosial tahun 2026 yang disusun oleh pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu.
Pada Rabu, mereka membahas amandemen yang mengusulkan agar reformasi pensiun tersebut ditangguhkan.
Hasil pemungutan suara menunjukkan sebanyak 255 anggota parlemen mendukung usulan penangguhan, sementara 146 menolak. Dukungan terhadap penangguhan datang dari partai sayap kanan National Rally, partai sayap kiri Socialist Party, serta Ecologist Party.
Sebaliknya, anggota parlemen dari partai tengah Renaissance, yang merupakan pendukung kebijakan Presiden Emmanuel Macron, memilih untuk abstain.
Sementara itu, partai sayap kiri France Insoumise dan Communist Party menolak usulan tersebut karena mereka menuntut pencabutan penuh reformasi, bukan sekadar penangguhan.
Saluran berita BFMTV melaporkan bahwa rancangan anggaran jaminan sosial yang mencakup amandemen penangguhan reformasi pensiun itu akan dikirim ke Senat, majelis tinggi parlemen Prancis, untuk dibahas lebih lanjut.
Setelah dibahas di Senat, rancangan tersebut akan dikembalikan ke National Assembly untuk dilakukan pemungutan suara akhir.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Picu kontroversi, reformasi pensiun Prancis akan dikaji ulang
Baca juga: Marine Le Pen akan usulkan RUU pembatalan reformasi pensiun Macron
Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.