Manila (ANTARA) - Departemen Kesehatan (DOH) Filipina menyebutkan bahwa negara itu telah mengintensifkan perjuangannya melawan tuberkulosis (TB) dengan tujuan ambisius untuk memeriksa 12 juta warga Filipina di seluruh negeri pada tahun 2026.

Untuk memperluas dan mempercepat layanan TBC, departemen tersebut mengumumkan melalui media sosial bahwa mereka telah mengusulkan anggaran sebesar 4,2 miliar peso (1 peso Filipina = Rp282) untuk 2026, hampir dua kali lipat dari anggaran 2,6 miliar peso yang dialokasikan pada 2025.

"Di Filipina, kami sudah menggunakan rontgen dada ultraportabel dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Uji Amplifikasi Asam Nukleat (Nucleic Acid Amplification Test/NAAT) yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan skrining dan diagnosis kasus TBC secara cepat," kata Menteri Kesehatan Filipina Teodoro Herbosa, seperti dikutip DOH.

Herbosa mengatakan bahwa regimen inovatif yang sepenuhnya oral untuk jenis TBC dengan resisten terhadap obat dapat memangkas waktu pengobatan dari dua tahun menjadi hanya enam bulan.

Secara global, diperkirakan terdapat 10,7 juta kasus TBC yang tercatat pada 2024, dengan 6,8 persen di antaranya tercatat di Filipina, menurut WHO. Sekitar 100 warga Filipina meninggal akibat TBC setiap harinya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.