Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan terdapat tren peningkatan produksi listrik dari energi baru dan energi terbarukan (EBT) atau listrik bersih dari 3,72 TWh pada Januari menjadi 37,48 TWh pada Oktober.
“EBT menunjukkan pertumbuhan yang menarik, di mana sejak Januari yang hanya di angka 3,72 TWh, bertahap naik menjadi 37,48 TWh pada Oktober,” ucap Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis.
Tri memaparkan bahwa hingga Oktober 2025, produksi listrik PLN dan independent power producer (IPP) telah mencapai 290 TWh. Dengan demikian, porsi produksi listrik bersih berada di angka 12,90 persen dari total produksi listrik.
Adapun rincian tahapan peningkatan jumlah produksi listrik bersih, yakni dari 3,72 TWh pada Januari, naik menjadi 7,15 TWh pada Februari, kemudian 11,27 TWh pada Maret, dan 15,07 TWh pada April.
Lebih lanjut, produksi listrik bersih kembali meningkat pada Juni menjadi 22,74 TWh, naik menjadi 26,41 TWh pada Juli, kemudian menjadi 30,07 TWh pada Agustus, lalu 33,68 TWh pada September, sebelum akhirnya menjadi 37,48 TWh pada Oktober.
Kementerian ESDM memproyeksikan produksi listrik bersih akan meningkat menjadi 40,35 TWh pada November dan 44,79 TWh pada Desember.
“Meskipun belum melesat, tetapi tren kenaikan yang stabil menandakan bahwa fondasi dari EBT sistem kita semakin kuat, meski belum mampu menggeser struktur bauran yang signifikan,” ucap Tri.
Bauran energi Indonesia menunjukkan batu bara masih menjadi tulang punggung keandalan energi nasional, dengan produksi listrik total antara PLN dan IPP yang menggunakan batu bara sebesar 193,22 TWh pada Oktober.
“Kontribusi batu bara relatif tetap mencerminkan peran besar base load (pemikul beban dasar) yang selama ini menjadi penopang pasokan listrik nasional,” kata Tri.
Dominasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa diperlukan berbagai upaya untuk menurunkan intensitas emisi yang harus terus diperkuat melalui percepatan co-firing biomassa.
Selain energi bersih dan batu bara, produksi listrik juga bersumber dari gas (47,46 TWh pada Oktober) dan gabungan bahan bakar minyak (BBM) dengan bahan bakar nabati (BBN) sebesar 12,30 TWh pada Oktober.
Baca juga: ESDM sebut 14,4 persen pembangkit listrik Indonesia dari energi bersih
Baca juga: Akademisi: Legalisasi sumur rakyat hadirkan tiga pesan kuat
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.