Posisi jembatan rendah jadi mampet sampahnya di sini. Kalau biasanya (air surut) mah enggak
Serang (ANTARA) - Tumpukan sampah sepanjang kurang lebih 30 meter menyumbat aliran Kali Tirtayasa di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, hingga menimbulkan bau tak sedap yang dikeluhkan warga.
Warga setempat, Abdul Sukur, di Serang, Kamis, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua minggu terakhir akibat sampah kiriman yang tersangkut di jembatan.
"Ada dua minggu ini sampah kiriman, jadi kalau banjir mampet karena jembatan nya kurang tinggi," ujarnya.
Menurutnya, sampah tersebut berasal dari aliran hulu di wilayah Kragilan. Seharusnya, jika tidak tersangkut, sampah akan hanyut hingga ke wilayah Pontang. Namun, debit air yang tinggi ditambah konstruksi jembatan yang rendah menyebabkan sampah tertahan dan menumpuk di lokasi tersebut.
Baca juga: Peneliti: Persoalan sampah telah memasuki ranah ekonomi
"Posisi jembatan rendah jadi mampet sampahnya di sini. Kalau biasanya (air surut) mah enggak," katanya.
Sukur menegaskan bahwa tumpukan limbah tersebut bukan berasal dari aktivitas warga sekitar yang membuang sampah ke sungai, melainkan murni terbawa arus.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan pengangkutan karena aroma busuk dari tumpukan sampah sangat mengganggu kenyamanan warga.
"Bau ini sangat mengganggu. Harapannya ingin segera diangkut. Kalau airnya surut sih sampah ini bisa mengalir, dibantu didorong juga," pungkasnya.
Pantauan saat di lokasi tampak sampah-sampah yang memenuhi aliran sungai tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik dan gabus sintetis (styrofoam). Aliran yang tertutup sampah tersebut setidaknya sekitar 30 meter. Tak hanya menutupi aliran, hal tersebut juga menimbulkan bau tak sedap.
Baca juga: Pertemuan bilateral Indonesia - Norwegia bahas solusi sampah plastik
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.