Pertandingan hari ini cukup seru. Sebetulnya kita menguasai jalannya pertandingan, cuma di menit 25 kita kena kartu merah salah satu pemain
Medan (ANTARA) - PSMS Medan berhasil memenuhi ambisinya bisa mencuri poin dari tuan rumah Persekat Tegal setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada laga lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026 di Stadion Trisanja, Tegal, Jawa Tengah, Kamis.
Seusai pertandingan, pelatih PSMS Medan Kas Hartadi mengaku puas dengan kerja keras para pemainnya sehingga bisa membawa pulang satu poin dari lawatan ke Tegal.
“Pertandingan hari ini cukup seru. Sebetulnya kita menguasai jalannya pertandingan, cuma di menit 25 kita kena kartu merah salah satu pemain. Di situlah kita kekurangan pemain, jadi dari menit 25 sampai selesai hasil imbang sudah cukup bagus. Karena sore ini semua pemain sudah bekerja keras,” katanya.
Baca juga: PSMS Medan usung misi curi poin dari Persekat Tegal
Sementara itu, pemain PSMS Jody Kurniadi juga mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil imbang tersebut.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas hasil yang didapatkan di away ini. Kami akan terus evaluasi agar ke depannya lebih baik lagi,” katanya.
Laga sendiri berjalan dengan cukup sengit. Tuan rumah Persekat Tegal langsung unggul cepat lewat aksi Eduard Mandosir pada menit ke-7. Memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan, Mandosir berhasil menyontek bola ke gawang PSMS tanpa mampu diantisipasi kiper Reky Rahayu.
Tak butuh waktu lama bagi tim Ayam Kinantan untuk membalas. Hanya sembilan menit berselang, striker asing Felipe Cadenazzi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-16 dari titik putih setelah dirinya dilanggar bek Joko Susilo di kotak penalti Persekat. Kedudukan berubah menjadi 1-1.
Namun, petaka datang bagi PSMS di menit ke-25. Bek kanan Reyki Fariz Ramadhan diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persekat.
Baca juga: Persipura Jayapura kalahkan Persipal dengan skor telak 3-0
Keputusan itu sempat diprotes oleh pemain PSMS, namun wasit tetap pada pendiriannya.
Bermain dengan 10 pemain membuat PSMS harus bertahan lebih dalam di babak kedua sementara Persekat yang unggul jumlah pemain terus menekan.
Di menit ke-66, Riki Dwi Saputro sempat membobol gawang PSMS setelah memanfaatkan bola muntah dan menembak lewat celah kaki kiper Reky Rahayu.
Namun, gol tersebut batal disahkan setelah wasit melakukan pengecekan melalui VAR karena adanya dugaan offside dalam proses gol. Situasi sempat mengakibatkan protes dari kubu tuan rumah, tetapi pertandingan kemudian dilanjutkan tanpa perubahan skor.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1, dan PSMS Medan berhasil membawa pulang satu poin dari laga tandang tersebut.
Baca juga: Perasaan pelatih Persekat campur aduk setelah tundukkan PSMS
Pewarta: Juraidi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.