Jakarta (ANTARA) - Komedian Pandji Pragiwaksono mengaku telah berdialog dengan anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk mencari solusi perihal materi lawakan yang menyinggung masyarakat adat Toraja.

Di Markas Comika, Jakarta Selatan, Kamis, Pandji mengatakan bahwa dia sudah berbicara dengan Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi mengenai sanksi yang bisa dijatuhkan kepadanya gara-gara materi lawakan tentang Toraja.

Berdasarkan pembicaraannya dengan Sekretaris Jenderal AMAN, perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja biasanya akan mengadakan pertemuan untuk membahas penyelesaian masalah semacam itu.

Menurut Sekretaris Jenderal AMAN, Pandji mengatakan, penyelesaian masalahnya tidak selalu berupa pengenaan hukuman atau denda, tetapi dapat berupa pemberian sumbangan sebagai simbol iktikad untuk memperbaiki hubungan.

Pandji mengaku lalai dalam membuat materi lawakan dan menekankan bahwa dia tidak bermaksud menghina masyarakat adat Toraja.

"Saya juga sadar bahwa saya ignorant dalam penulisan joke. Tidak bermaksud untuk menghina masyarakat Toraja, dan untuk itu saya meminta maaf," katanya.

Terkait pengaduan masalahnya ke polisi, Pandji mengatakan bahwa sampai saat ini dia belum menerima surat panggilan resmi dari kepolisian.

Baca juga: KPK titip pesan antikorupsi dalam pertunjukan Pandji Pragiwaksono

Baca juga: KPK gaet Pandji Pragiwaksono dan Andovi da Lopez untuk kampanye antikorupsi

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.