Kota Padang (ANTARA) - Sebagai negara maritim sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menyimpan jutaan potensi sumber daya bahari yang belum digarap dengan maksimal. Kekayaan alam yang melimpah tersebut kini secara berkesinambungan terus diolah dengan satu tujuan yakni menyejahterakan masyarakat, terutama nelayan.

Dengan terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono, pemanfaatan potensi kekayaan sumber bahari di Tanah Air kini lebih terarah dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih atau disebut juga KNMP.

Pada 2025 atau tahap pertama, KKP menargetkan pembangunan 65 KNMP yang tersebar di berbagai daerah dengan anggaran sebesar Rp1,34 triliun. Khusus di Sumatera Barat, KKP mendirikan dua KNMP sekaligus, yaitu di Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman, dan di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.

Di KNMP Nagari Katapiang terdapat 4.801 kepala keluarga, yang 298 orang di antaranya merupakan nelayan.

Dari pemetaan yang dilakukan KKP, diketahui perairan laut Padang Pariaman kaya akan selar kuning, cakalang, dan bawal hitam dengan volume produksi 400 ton/tahun dan nilai produksi per tahunnya mencapai Rp6 miliar.

Sebelum adanya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, rata-rata pendapatan nelayan setempat berkisar Rp3,3 juta setiap bulannya. Kemudian, pendapatan naik menjadi Rp4,2 juta setelah adanya berbagai kebijakan positif serta pendampingan berkelanjutan oleh KKP serta pemerintah daerah.

Di dua lokasi KNMP Sumatera Barat, pemerintah akan dan sedang membangun sejumlah fasilitas pendukung mulai dari tangga pendaratan, tambatan perahu, bangunan sentral kuliner, stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBUN) dan selter pendaratan ikan.

Lebih rinci, termasuk pula fondasi pabrik es portable, bangunan kios perbekalan, kantor, toilet umum, tangki air, tempat pembuangan sampah, bangunan pos jaga, instalasi pengolahan air limbah biotech dan saluran serta jalan lingkungan. Kemudian tersedia bengkel, bangunan sarana setelah panen, docking kapal, bangunan bale nelayan, penerangan kawasan, revetment atau pelindung bibir pantai, area parkir, pagar kawasan, rumah dan mesin generator set.

KKP nantinya akan melengkapi KNMP dengan fasilitas lain berupa sarana prasarana rantai dingin yang meliputi gudang beku, cool box, mobil berpendingin, kapal perikanan, alat tangkap hingga mesin kapal.

Secara khusus, KKP juga sedang mengkaji kemungkinan untuk membangun dermaga di KNMP Nagari Katapiang. Pembangunan dermaga ditujukan guna mempermudah aktivitas bongkar muat. Dermaga ini diharapkan semakin mempercepat konektivitas dari hulu hingga ke hilir terkait hasil tangkapan nelayan.

Untuk pembangunan kampung nelayan di Kabupaten Padang Pariaman, pemerintah mengalokasikan biaya hingga Rp20 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Pembangunan ini direncanakan rampung dalam kurun waktu empat bulan sejak dibangun pada medio Oktober 2025.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.