Beijing (ANTARA) - China berharap agar Thailand dan Kamboja dapat menahan diri, dan mencegah eskalasi apa pun, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada Kamis.
Menurut sejumlah laporan media, Thailand pada 11 November mengumumkan bahwa pihaknya akan menangguhkan implementasi deklarasi perdamaian perbatasan bersama antara Thailand dan Kamboja, usai sejumlah tentara Thailand mengalami luka-luka akibat ledakan ranjau darat di perbatasan Thailand-Kamboja pada 10 November.
Pada 12 November sore, tentara Thailand melepaskan tembakan di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, dan menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil Kamboja.
Saat dimintai komentarnya, jubir Lin mengatakan dalam sebuah konferensi pers harian bahwa China mencatat beberapa perkembangan dan isu terbaru dalam penerapan deklarasi bersama antara Thailand dan Kamboja.
Lin menuturkan sebagai sahabat dan tetangga dekat bagi kedua negara, China secara tulus berharap kedua pihak dapat menahan diri, berupaya ke arah yang sama, melakukan konsultasi yang bersahabat, memanfaatkan mekanisme bilateral yang ada, serta menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua pihak sesegera mungkin, sehingga mencegah eskalasi apa pun.
China akan terus memainkan peran yang konstruktif dalam mendorong deeskalasi dengan caranya sendiri, imbuh Lin.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.