Beirut (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (13/11) menyerukan kepada Prancis dan negara-negara Eropa lainnya untuk memberikan dukungan militer kepada angkatan darat Lebanon menjelang rencana penarikan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan.
Berbicara kepada Anne-Claire Legendre, penasihat politik Presiden Prancis Emmanuel Macron, Aoun menyampaikan bahwa angkatan darat Lebanon memerlukan lebih dari sekadar dukungan moral untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
"Dukungan moral saja tidak cukup bagi angkatan darat Lebanon untuk sepenuhnya menjalankan perannya, mereka membutuhkan perlengkapan dan mekanisme militer," ujarnya, menurut sebuah pernyataan kepresidenan.
Penarikan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), yang dijadwalkan dimulai pada awal 2026 mendatang, akan menjadikan angkatan darat negara itu sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas keamanan di daerah selatan, tutur presiden Lebanon tersebut.
Aoun menyambut baik bantuan Eropa yang dapat memberikan kehadiran yang menstabilkan dan dukungan operasional. Tentara angkatan darat Lebanon diperkirakan akan bertambah menjadi 10.000 pada akhir tahun ini.
Legendre menyampaikan salam dari Macron dan menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap Lebanon, termasuk dalam hal rekonstruksi dan bantuan militer, seraya mengatakan Prancis akan berkoordinasi dengan otoritas Lebanon untuk menstabilkan daerah selatan.
UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 untuk mendukung perluasan otoritas negara Lebanon. Mandat UNIFIL dijadwalkan berakhir pada Desember 2026.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.