Singaraja, Bali (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga untuk memacu daya beli konsumen menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan serta libur akhir tahun 2025.

"Ini penting bagaimana agar pertumbuhan ekonomi di Bali tidak diikuti kenaikan harga agar daya beli tetap terjaga," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono di sela diskusi media di Singaraja, Bali, Jumat.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh mencapai 5,88 persen pada triwulan III-2025, tergolong gemilang karena di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen.

Begitu juga dengan capaian inflasi Bali pada Oktober 2025 mencapai 2,61 persen secara tahunan atau masih dalam kisaran target 1,5 hingga 3,5 persen.

Baca juga: Bali terima penghargaan stunting terendah nasional, hanya 8,7 persen

Ia menjelaskan tekanan inflasi dan daya beli perlu diwaspadai khususnya menjelang hari besar keagamaan yaitu Hari Raya Galungan dan Kuningan pada minggu ketiga November 2025 serta momentum libur akhir tahun.

Untuk itu, BI Bali memprioritaskan upaya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi.

Upaya itu dilakukan di antaranya melalui operasi pasar atau pasar murah, pemantauan stok, perluasan kanal distribusi (mitra distributor, toko pangan kita, dan pengecer), hingga informasi publik salah satunya melalui peran media massa untuk mengantisipasi risiko peningkatan inflasi.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.