Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan menegaskan tambahan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM) menjadi dorongan penting memperkuat transformasi bisnis maskapai pelat merah itu.

"Tambahan modal ini menjadi tonggak penting bagi percepatan transformasi Garuda Indonesia," kata Glenny sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, penyertaan modal tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap arah strategis Garuda menuju pemulihan berkelanjutan.

“Penyertaan modal ini adalah bentuk keyakinan terhadap visi jangka panjang kami untuk menjadi maskapai nasional yang sehat, tangguh, dan berkelas dunia,” ujar Glenny.

Baca juga: Danantara yakin Garuda Indonesia cetak laba di kuartal III-2026

Disebutkannya, tambahan modal tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu (12/11).

Rapat yang dihadiri pemegang saham mewakili 75,88 persen total saham itu menjadi babak baru bagi Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Glenny Kairupan, dari fase pemulihan menuju pertumbuhan dan daya saing global.

Ia menuturkan dana disalurkan melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), terdiri dari setoran tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang Rp6,65 triliun.

Dari total Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun (37 persen) dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja seperti pemeliharaan pesawat dan peningkatan layanan. Sedangkan Rp14,9 triliun (63 persen) diperuntukkan memperkuat operasional Citilink, termasuk pelunasan kewajiban bahan bakar kepada Pertamina periode 2019–2021.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.