Johannesburg (ANTARA) - Konferensi Kemitraan China-Afrika Forum Media dan Wadah Pemikir Global South pada Kamis (13/11) meluncurkan "Bersatu dalam Hati, Jalan, dan Tindakan -- Rencana Aksi Pemberdayaan Kemitraan China-Afrika 2026" (United in Heart, Path and Action -- 2026 China-Africa Partnership Empowerment Action Plan), yang bertujuan untuk menyelaraskan kerja sama media dan wadah pemikir China-Afrika serta mendukung pembangunan bersama dengan lebih baik lagi sambil memperkuat suara kolektif Global South dalam tata kelola global.
Diterbitkan di bawah kerangka Jaringan Mitra Kerja Sama dan Komunikasi Media dan Wadah Pemikir Global South (Global South Media and Think Tank Cooperation and Communication Partner Network), rencana aksi ini menanggapi lanskap global yang berubah dan berbagai tantangan bersama, seperti perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, kesenjangan digital, dan konflik geopolitik.
Sementara itu, rencana aksi tersebut menyepakati pentingnya bekerja sama di dunia yang memiliki banyak pusat kekuatan, memastikan komunikasi yang adil dan profesional, berfokus pada tujuan pembangunan bersama, memperkuat kemitraan di bawah kerangka kerja Forum Kerja Sama China-Afrika (Forum on China-Africa Cooperation/FOCAC), serta mendorong dialog antara budaya yang berbeda untuk meningkatkan pengaruh dan suara Global South.

Diusulkan oleh Kantor Berita Xinhua pada 2024, Jaringan Mitra Kerja Sama dan Komunikasi Media dan Wadah Pemikir Global South sejak saat itu telah menarik lebih dari 1.000 media, wadah pemikir, lembaga pemerintah, dan organisasi internasional dari 95 negara dan kawasan.
Rencana aksi ini merupakan inisiatif konkret yang berorientasi pada hasil yang diluncurkan oleh Xinhua untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik China-Afrika dan Tahun Pertukaran Antarmasyarakat China-Afrika pada 2026.
Mengusung tema "Reformasi Tata Kelola Global: Peran dan Visi Baru untuk Kerja Sama China-Afrika", pertemuan dua hari ini dihadiri oleh 200 lebih perwakilan dari 160 lebih media arus utama, wadah pemikir, dan departemen pemerintah dari China dan 41 negara Afrika, serta Uni Afrika (UA).

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.