Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menerima gelar kebesaran adat Melayu Dato Seri Diwangsa Wira Perdana dari Kesultanan Riau, dalam sebuah upacara adat Riau.

Dia menyampaikan rasa syukur dan haru atas kehormatan yang diterimanya di tanah yang disebutnya sebagai “bumi Gurindam yang bersejarah". Dia mengaku bahwa anugerah itu tak ternilai bagi dirinya.

"Hari ini saya berdiri di bumi Gurindam yang bersejarah, saya menerima gelar amanah yang luhur, berupa gelar adat Datuk Sri Diwangsa Wiraperdana,” kata Muzani dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan, gelar tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab moral dan kultural yang harus dijunjung tinggi.

“Saya haturkan setinggi-tingginya terima kasih atas kepercayaan yang mendalam yang telah diberikan oleh masyarakat Melayu kepada kami hari ini,” kata dia.

Dia pun menyinggung nilai-nilai luhur peradaban Melayu yang tumbuh dari Kepulauan Riau yang ia sebut sebagai “jantung peradaban Melayu”, tempat lahirnya karya besar Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas.

“Provinsi Kepulauan Riau adalah jantung peradaban Melayu, tempat lahirnya karya abadi Raja Ali Haji, yaitu Gurindam XII. Karya ini bukan hanya warisan sastra, namun merupakan konstitusi moral bagi orang-orang Melayu yang nilai-nilainya sampai sekarang masih sangat relevan,” kata dia.

Muzani mengutip salah satu pesan dalam pasal kelima Gurindam Dua Belas yang menurutnya sangat penting dalam membangun karakter bangsa.

“Dalam pasal kelima misalnya, Raja Ali Haji berpesan dengan sangat tegas, Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa,” kata dia.

Ia menekankan, pesan tersebut mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan, harta, atau kekuasaan, tetapi dari budi pekerti dan tutur kata yang santun.

Dia pun bertekad untuk menjadikan gelar kehormatan tersebut sebagai motivasi yang membakar semangat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai luhur budaya dalam setiap langkah pembangunan bangsa.

"Kami mohon doa dukungan untuk bisa memperjuangkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh masyarakat Melayu Kepulauan Riau dalam gelar adat ini," katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.