Jakarta (ANTARA) - PT Danantara Asset Management (DAM) menyiapkan 21 program kerja prioritas sebagai strategi percepatan untuk membenahi sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergolong bermasalah.

Managing Director Danantara Febriany Eddy menjelaskan pemilihan 21 program dilakukan secara ketat berdasarkan urgensi serta tingkat risiko apabila pembenahan ditunda.

"Kenapa sih yang 21 (program) ini yang dipilih untuk tahun ini? Itu yang urgent, important, yang memang kalau tidak dilakukan restrukturisasi tahun ini, maka tahun depan dia mungkin akan lebih sulit untuk diresolusasi. Jadi ada urgensi untuk segera dibantu tahun ini," ujar Febriany dalam Coffee Morning Session Danantara Asset Management di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, sejumlah proses restrukturisasi BUMN sudah berjalan dan tengah dilakukan secara bertahap. Sebagian ditargetkan rampung tahun ini, sementara sebagian lainnya berlanjut tahun depan.

Baca juga: Glenny Kairupan: Suntikan modal Danantara perkuat transformasi Garuda

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengumumkan rencana memangkas jumlah perusahaan BUMN dari 1.000 perusahaan menjadi hanya 200 perusahaan.

Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan unit usaha yang tidak relevan dengan inti bisnis (core) dan berpotensi membebani keuangan perusahaan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Febriany menconthokan restrukturisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu program yang tengah ditangani Danantara.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.