Jarak pandang di Pontianak hanya 50 meter

Pada pagi tadi, pukul 06.00 WIB jarak pandang di Supadio hanya 50 meter"
Pontianak (ANTARA News) - Jarak pandang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, semakin buruk hanya 50 meter akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang kian pekat sehingga sejumlah penerbangan ditunda.

"Pada pagi tadi, pukul 06.00 WIB jarak pandang di Supadio hanya 50 meter. Hal itu diakibatkan adanya pencampuran antara kabut dan asap," kata Prakirawan BMKG Supadio, Dasmian di Sungai Raya, Senin.

Dia menjelaskan, kabut yang terjadi di Pontianak diakibatkan penguapan air dari tumbuhan dan lahan gambut yang berlebihan pada pagi hari, sehingga mengakibatkan embun. Hal itu diperparah dengan asap dari pembakaran lahan yang disinyalir merupakan kiriman dari daerah lain.

"Jadi, pagi ini jarak pandang memang sangat sempit dan udara juga menjadi lembab. Namun, jarak pandang berangsur normal, dimana pada pukul 06.30 WIB jarak pandang meningkat menjadi 200 meter, dan kembali normal pada pukul 09.00 WIB," tuturnya.

Dasmian mengatakan, untuk titik api yang terjadi di Kalbar saat ini sudah jauh berkurang. Berdasarkan pantauan satelit NOAA, pada tanggal 18 Oktober 2015 kemarin, ada sekitar 8 titik api di daerah Ketapang, namun pada hari ini hanya tinggal 7 titik api.

"Sedangkan berdasarkan pantauan Satelit Modis, pada tanggal 18 Oktober 2015, titik api mencapai 36 di Ketapang, namun hari ini tidak ada lagi. Jadi asap yang terjadi di kota Pontianak dan sekitarnya saat ini kita duga kuat merupakan kiriman dari daerah lain," katanya.

Dia menambahkan, sampai tiga hari kedepan kemungkinan di Ketapang belum mengalami hujan, baru pada tanggal 23 atau 24 Oktober 2015 ada potensi hujan di daerah itu.

"Kemudian, pada awal bulan depan hujan kemungkinan turun merata untuk seluruh Kalbar," tuturnya.

Sementara itu, akibat kabut asap yang terjadi pagi tadi, menyebabkan beberapa penerbangan menjadi tertunda. Seperti yang dialami oleh Citylink, dimana pesawat dari Jakarta tujuan Pontianak yang seharusnya terbang ke Pontianak pada pukul 08.30 WIB, harus tertunda menjadi pukul 09.50 WIB.

"Penundaan penerbangan itu terpaksa dilakukan karena jarak pandang di Supadio hanya 600 meter. Harapan kita ini tidak kembali terjadi untuk besok dan hari-hari berikutnya, karena kalau sampai terjadi penundaan itu akan berlaku untuk penerbangan lainnya," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Bandara Supadio beroperasi setelah Lion Air dievakuasi

Komentar