Kunming (ANTARA) - Anjing telah menjadi sahabat setia manusia selama ribuan tahun, dan sebuah studi baru mengenai asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) anjing purba mengungkap betapa erat kaitan sejarah mereka dengan sejarah manusia.

Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh para ilmuwan China menemukan bahwa anjing pendamping telah setia menemani migrasi manusia melintasi Eurasia selama hampir 10.000 tahun.

Mereka menganalisis 73 genom anjing purba, termasuk 17 individu yang baru diurutkan dari Asia Timur hingga Stepa Eurasia Barat.

Di antaranya terdapat anjing domestik purba dari China utara, menandai kali pertama genom mereka berhasil diurutkan, menurut studi yang dipublikasikan pada Jumat (14/11) di jurnal Science.

Baik garis keturunan Asia Timur Laut pada anjing China maupun garis keturunan Barat pada anjing stepa mencerminkan migrasi manusia.

Menurut studi tersebut, anjing stepa Neolitikum dapat ditelusuri ke kelompok masyarakat pemburu-pengumpul Eropa Timur. Sementara itu, anjing Zaman Perunggu memiliki keterkaitan dengan petani Iran dan kelompok masyarakat pemburu-pengumpul Kaukasus.

"Penelitian itu juga menemukan bahwa dalam beberapa kasus, terutama di mana karakteristik kerja atau fisik tertentu sangat bernilai, seperti di Arktika, anjing kemungkinan diperdagangkan antarpopulasi," kata editor majalah tersebut Sacha Vignieri.

Studi ini tidak hanya menegaskan ikatan ribuan tahun antara manusia dan anjing, tetapi juga mencerminkan keterhubungan sejumlah peradaban di masa lampau.

Pendekatan serupa dapat diterapkan pada kuda, sapi, domba, dan ternak lainnya, sehingga semakin memperjelas peran mereka dalam sejarah manusia, kata para peneliti.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.