Johannesburg (ANTARA) - Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa menegaskan kembali bahwa Pertemuan Pemimpin Kelompok 20 (Group of Twenty/G20) mendatang akan berlangsung sesuai rencana meskipun Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk tidak berpartisipasi.
Berbicara di Kliptown, Johannesburg, Afrika Selatan, pada Jumat (14/11), Ramaphosa mengatakan Afrika Selatan siap menyambut para pemimpin dunia dan menyelenggarakan pertemuan yang sukses.
"Konferensi ini akan tetap berlangsung. Kami tidak akan menghentikannya hanya karena mereka tidak hadir," ujar Ramaphosa, sambil menambahkan bahwa sebagian besar pemimpin G20 telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Ramaphosa menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menarik semua perwakilan AS, dengan alasan tuduhan perlakuan buruk kelompok dari etnis Afrikaner dan "genosida."
Menekankan bahwa "politik boikot tidak pernah berhasil," Ramaphosa mengatakan, "Jika Anda memboikot suatu acara atau proses, Anda kalah karena acara tersebut akan tetap berlangsung."
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 dijadwalkan digelar pada 22 dan 23 November di Johannesburg, kota terbesar sekaligus pusat ekonomi di Afrika Selatan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.