Shenzhen (ANTARA) - Pameran Teknologi Tinggi China (China Hi-Tech Fair/CHTF) ke-27, salah satu pameran teknologi terbesar di negara tersebut, berakhir pada Minggu (16/11) di kota metropolitan Shenzhen, China selatan.

Ajang tersebut memfasilitasi 1.023 kegiatan pencocokan pasokan-permintaan dan proyek investasi dengan volume rencana kesepakatan senilai lebih dari 170 miliar yuan (1 yuan = Rp2.357).

Mengusung tema "Teknologi Memimpin Pembangunan, Industri Mengintegrasikan Peleburan" (Technology Leads Development, Industry Integrates Fusion), ajang pameran tiga hari itu menarik lebih dari 5.000 perusahaan dan organisasi internasional dari 100 lebih negara dan kawasan, serta menerima lebih dari 450.000 pengunjung.

CHTF ke-27 menampilkan peluncuran lebih dari 5.000 produk, teknologi, dan solusi inovatif baru.

Dengan menampilkan 22 area pameran utama, termasuk peralatan penting, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika, peralatan nasional utama, barang elektronik konsumen, ekonomi ketinggian rendah dan kedirgantaraan komersial, ajang ini mewakili bidang-bidang terobosan ilmiah baru di tingkat global dan pencapaian inovasi China.

Pameran Teknologi Tinggi China digelar setiap tahun sejak 1999. Ajang ini merupakan pameran ilmu pengetahuan dan teknologi terbesar dan paling berpengaruh di China.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.