Denpasar (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali mencatat sebanyak 54 Koperasi Desa Merah Putih mengajukan kemitraan dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendukung kinerja usaha.

“Sampai saat ini sudah ada 195 proposal pengajuan kerja sama dengan BUMN. Adapun satu Kopdes Merah Putih bisa mengajukan proposal kemitraan dengan beberapa BUMN. ,” kata Kepala Kantor Wilayah DPJb Bali Muhammas Mufti Arkan di Denpasar, Bali, Senin.

Disebutkannya, lini usaha BUMN itu di antaranya korporasi yang bergerak bidang beras, pupuk, bahan bakar gas, hingga obat-obatan.

Arkan memperkirakan jumlah koperasi yang akan bersinergi dengan BUMN bertambah untuk mendukung operasional koperasi karena Kopdes Merah Putih juga bisa masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, hingga koperasi perkreditan untuk membantu pembiayaan masyarakat.

Baca juga: Purbaya sebut revisi aturan mekanisme kredit kopdes segera selesai

Ia menambahkan seluruh desa dan kelurahan di Bali sudah terbentuk Koperasi Merah Putih (KMP) terdiri dari 636 koperasi di desa dan 80 koperasi di kelurahan.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 694 KMP yang sudah memiliki Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 30 September 2025.

Sedangkan sebanyak 366 koperasi juga sudah memiliki gerai dengan total mencapai 783 unit gerai usaha yang sudah aktif.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.