Dhaka (ANTARA) - Sebuah studi baru menemukan bahwa 9,2 persen anak-anak Bangladesh yang berusia antara lima dan 17 tahun aktif bekerja.

Biro Statistik Bangladesh (Bangladesh Bureau of Statistics/BBS), bekerja sama dengan UNICEF dan mitra lainnya, pada Minggu (16/11) merilis laporan tersebut, sebuah survei paling komprehensif tentang anak-anak dan perempuan di Bangladesh.

Aleya Akter, sekretaris Divisi Statistik dan Informatika Bangladesh, mengungkapkan survei ini lebih relevan dari survei-survei sebelumnya, mengingat ruang lingkupnya yang diperluas dengan memasukkan sejumlah modul baru seperti pengujian anemia dan penilaian paparan logam berat di kalangan ibu hamil dan anak-anak.

Menurut survei tersebut, anemia pada ibu hamil masih tinggi, yaitu 52,8 persen, dan angka kelahiran pada remaja meningkat dari 83 menjadi 92 per 1.000 anak perempuan.

Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan gizi ibu dan anak, pemberian ASI, dan perluasan layanan kesehatan.

Laporan ini muncul di saat yang kritis bagi Bangladesh dan menjadi cerminan dari kemajuan maupun tantangan yang sedang berlangsung, kata Rana Flowers, perwakilan UNICEF di Bangladesh.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.