Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 69 persen siswa SMAN 72 Jakarta sudah kembali aktif mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah setelah insiden ledakan di sekolah tersebut pada Jumat (7/11).

“Yang hadir di sekolah hari ini mencapai 69 persen," ujar Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Untuk sebagian yang tidak hadir ke sekolah, menurut dia, karena sakit atau memilih tetap belajar dari rumah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama pihak sekolah telah melakukan pendataan dan rapat koordinasi dengan orang tua siswa.

Chico menjelaskan, pertemuan dengan orang tua itu dilakukan dua tahap. Yaitu rapat daring pada akhir pekan dan pemantauan kehadiran siswa pada hari pertama belajar pascaledakan.

Baca juga: Pekan depan, SMA Negeri 72 masih lakukan pembelajaran daring

Meski partisipasi orang tua dalam rapat daring hanya sekitar 20 persen, namun Chico mengatakan, jumlah siswa yang hadir justru menunjukkan peningkatan signifikan.

Ia menegaskan, bahwa seluruh proses pembelajaran tetap berjalan, baik luring maupun daring.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Negeri 72 Tetty Helena Tampubolon mengatakan bahwa sekolah tersebut masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada pekan ini.

“Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Lalu, masih kita pantau juga dan kita pastikan dengan orang tuanya apakah sudah boleh ambil PJJ atau boleh hybrid ya. Jadi harus kami pastikan orang tuanya menyetujui,” ujar Tetty saat dijumpai di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu (15/11).

Baca juga: Pendekatan humanis dinilai efektif tangkal paham radikal di sekolah

Tetty mengungkapkan, saat ini orang tua belum menyetujui untuk pembelajaran luring. Hal itu karena sebagian anak masih mengalami trauma atas insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11).

Tetty pun berharap seluruh murid SMA Negeri 72 bisa segera pulih dan bersama-sama kembali belajar di sekolah.

“Anak-anak juga masih takut-takut jalan. Pesan saya, anak-anak berdoa dan bersemangat, mudah-mudahan segera pulih, supaya tidak ketinggalan dari sekolah lain pembelajarannya,” kata Tetty.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.