Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerima bantuan 11 pompa sumur bor untuk menangani genangan di Kebayoran Baru.

"Jakarta Selatan itu tanahnya masih baik untuk membuat sumur resapan. Jadi bagaimana gerakan menampung air melalui sumur resapan ini perlu kita lakukan dengan baik," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar di Jakarta, Senin.

Anwar mengatakan, Kecamatan Kebayoran Baru menerima bantuan 11 pompa sumur bor dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Gereja Yesus Kristus yang telah mendukung program Pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini penanganan genangan di Jakarta Selatan.

Kemudian, Anwar juga menghadiri Rapat Minggon di Kecamatan Kebayoran Baru untuk memberikan motivasi kepada jajaran di bawahnya dalam upaya penyelesaian masalah lingkungan.

Baca juga: Kepulauan Seribu antisipasi rob dengan pompa portable

Baca juga: Pemkot Jakut bersiaga hadapi musim hujan ekstrem

Adapun masalah yang menjadi perhatian saat ini dan harus ditangani dengan baik, seperti permasalahan genangan, pohon tumbang hingga kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

"Apa-apa yang belum diselesaikan permasalahan di lingkungan, saya minta selesaikan dengan baik, tepat dan terukur, jangan sampai ada permasalahan yang berlarut-larut," katanya.

Sementara itu, Manajer Kemanusiaan Yayasan Gereja Yesus Kristus Dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Yos Enos Kusumo menyampaikan pemberian pompa sumur bor ini dalam rangka membantu menjalankan program pemerintah, khususnya permasalahan genangan.

"Kami sebagai warga Jakarta Selatan, tentunya akan terus berkontribusi pada warga di mana pun mereka berada," katanya.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan satu kecamatan dibuat 200 sumur resapan untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.