Lanzhou (ANTARA) - Yayasan Penelitian Konservasi Gua Dunhuang China (China Dunhuang Grottoes Conservation Research Foundation) telah menerima donasi sebesar 210 juta yuan (1 yuan = Rp2.353) selama 30 tahun terakhir. Donasi itu sangat penting bagi pelestarian Situs Warisan Dunia UNESCO di Provinsi Gansu, China barat laut.
Para donatur meliputi perorangan, perusahaan, dan kelompok dari dalam maupun luar negeri, yang mencerminkan meningkatnya antusiasme publik untuk melindungi warisan Dunhuang, tutur Yang Xiuqing, direktur yayasan tersebut, dalam sebuah forum yang digelar pada Minggu (16/11) untuk memperingati 30 tahun didirikannya yayasan itu.
Fan Jinshi, presiden kehormatan Akademi Dunhuang, menyumbangkan 10.000 yuan dari gajinya setiap tahun. Pada 2023, Fan memberikan kontribusi signifikan sebesar 10 juta yuan dari sebuah penghargaan yang diterimanya.
Yayasan tersebut telah mendanai hampir 100 proyek di bidang konservasi gua, pengarsipan, perlindungan lingkungan, dan dokumentasi digital. Yayasan itu juga mensponsori pertukaran akademik internasional dan penelitian di bidang studi Dunhuang.
Dalam beberapa tahun terakhir, yayasan itu mendukung penelitian Jalur Sutra, membantu mengirim akademisi China ke berbagai negara, seperti Afghanistan dan Iran. Para konservator Afghanistan diundang untuk belajar di China, sementara beragam pameran diselenggarakan di Jerman, Prancis, dan Uzbekistan.
"Yayasan ini menghubungkan masyarakat dengan budaya Dunhuang. Kami berharap lebih banyak orang akan menghargai budaya Dunhuang dan mendukung pelestariannya," tutur Su Bomin, direktur Akademi Dunhuang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.