Jakarta (ANTARA) - Perusahaan perdagangan alat pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) membukukan pendapatan senilai Rp143,79 miliar per kuartal III- 2025, atau tumbuh signifikan 807 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai Rp15,85 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama IBFN Petrus Halim mengatakan konsistensi pertumbuhan tidak lepas dari peningkatan produktivitas armada, penguatan efisiensi operasional, serta selektivitas dalam menjalankan proyek-proyek penyewaan alat berat.
“Saat ini perseroan terus mengembangkan kerja sama di bidang rental alat berat. Kami telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan besar, antara lain PT Darma Henwa Tbk, PT Mitra Stania Prima, dan PT Petrosea Tbk,” ujar Petrus Halim dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Ia memastikan, perseroan ke depan akan terus memperkuat strategi dalam menjalin kerja sama dengan mitra strategis, yang memiliki kompetensi, serta kapasitas finansial solid di sektor perdagangan alat pengangkutan komersial.
Baca juga: Intan Baru Prana angkat tokoh NU Said Aqil Siroj jadi komisaris utama
Selain itu, lanjutnya, perseroan berkomitmen menjaga hubungan jangka panjang dengan para pelanggan melalui penyediaan layanan purna jual komprehensif, termasuk dukungan konsultasi lapangan dan rekomendasi solusi alat pengangkutan komersial yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
Petrus menjelaskan, perseroan mencatat sejumlah tantangan ke depan, salah satunya persaingan yang semakin ketat di antara para penyedia jasa rental, khususnya dari pemain besar yang telah memiliki armada lebih lengkap, serta jaringan operasional yang luas.
Selain itu, biaya operasional yang tinggi, meliputi perawatan unit, konsumsi bahan bakar, serta kebutuhan mobilisasi alat antar proyek, juga menjadi faktor yang perlu dikelola secara cermat.
"Tantangan lainnya adalah permintaan yang bersifat fluktuatif, bergantung pada kondisi ekonomi, musim, serta jadwal pengerjaan proyek baik dari sektor pemerintah maupun swasta," ujar Petrus.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.