Harbin (ANTARA) - Kota Salju China (China Snow Town), salah satu destinasi wisata es dan salju terkemuka di Provinsi Heilongjiang, secara resmi dibuka untuk umum pada Senin (17/11).

Terletak di Kota Mudanjiang, kawasan wisata ini telah merencanakan lebih dari 30 kegiatan budaya dan pariwisata, termasuk adat istiadat rakyat tradisional, pertunjukan modern, dan pertunjukan cahaya berbasis teknologi, dengan tujuan memberikan pengalaman es dan salju yang imersif bagi para pengunjung pada musim dingin ini.

Menurut pihak pengelola kawasan wisata itu, salju pertama musim ini turun di "Kota Salju" (Snow Town) pada 17 Oktober tahun ini, enam hari lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.

Kawasan ini biasanya mengalami salju pertama pada Oktober setiap tahunnya di "Snow Town", dengan musim salju yang berlangsung selama tujuh bulan. Kedalaman salju dapat mencapai hingga 2 meter pada puncaknya.

Lanskap es dan salju yang romantis di kawasan wisata tersebut telah menarik wisatawan dari seluruh dunia ke Heilongjiang. Musim dingin lalu, kawasan itu menerima total 1,45 juta wisatawan, memecahkan rekor baru.

Sebagai salah satu destinasi wisata musim dingin paling populer di China, ekonomi es dan salju provinsi ini mencapai nilai pasar 266,17 miliar yuan (1 yuan = Rp2.353) pada 2024, dengan output pariwisata es dan salju mencapai 182,33 miliar yuan.

China telah mengumumkan sebuah rencana ambisius untuk mengembangkan ekonomi es dan saljunya sebagai penggerak ekonomi baru. Sebuah pedoman yang dirilis oleh Dewan Negara China tahun lalu menetapkan target yang mencapai nilai pasar total sebesar 1,2 triliun yuan pada 2027 dan 1,5 triliun yuan pada 2030.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.