Jakarta (ANTARA) - Indonesia memandang pertemuan tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan RI-Jepang dalam mekanisme dialog “2+2” memiliki makna strategis di tengah dinamika kawasan maupun global yang terjadi saat ini.

“Pertemuan bilateral Indonesia dan Jepang kali ini sangat strategis, terutama melihat situasi kawasan dan global yang diwarnai berbagai macam isu, mulai dari persaingan ekonomi hingga rivalitas politik”, tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam pertemuan yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, pada Senin (17/11) sore waktu setempat tersebut.

Menurut keterangan tertulis Kemlu RI diterima di Jakarta, Selasa, pertemuan tersebut diikuti oleh Menlu RI Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro.

Dalam kesempatan itu, para menteri dari Indonesia dan Jepang memandang penting untuk semakin mengintensifkan kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan, khususnya untuk menavigasi dinamika global yang semakin tak menentu.

Menlu Sugiono bersama Menhan Sjafrie turut menegaskan komitmen RI untuk meningkatkan kemitraan komprehensif strategis dengan Jepang melalui kerja sama konkret yang saling menguntungkan serta berkontribusi bagi perdamaian kawasan maupun global.

Salah satu kerja sama konkret yang disoroti dalam pertemuan tersebut adalah kelanjutan program hibah kapal patroli cepat dari Jepang ke Indonesia melalui program Bantuan Keamanan Resmi (OSA) untuk meningkatkan kapasitas keamanan maritim.

Dibahas pula dalam pertemuan tersebut rencana peletakan batu pertama pembangunan Pasar Ikan Natuna, yang pembiayaannya senilai 5,6 juta dolar AS (Rp93,7 miliar) diselenggarakan melalui bantuan dari pemerintah Jepang, pada Desember 2025.

Sementara itu terkait situasi di kawasan, Indonesia menegaskan kembali pentingnya dialog dan pendekatan konstruktif untuk mewujudkan stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan bersama.

Menlu RI menekankan bahwa sentralitas ASEAN memiliki peran penting dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang inklusif dan tangguh, antara lain melalui implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).

Terkait isu Palestina, Sugiono menegaskan konsistensi RI dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta mengharapkan peningkatan kerja sama dengan Jepang untuk membantu rekonstruksi dan pemulihan situasi di Jalur Gaza.

Baca juga: Dialog "2+2" RI-Jepang sepakati penguatan kerja sama keamanan maritim

Baca juga: Kolaborasi Indonesia-Jepang lahirkan investor baru kembangkan EBT

Baca juga: Jepang perkenalkan kuliner halal bagi wisatawan Muslim Indonesia

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.