Di setiap lokasi, fasilitator lokal menjadi tulang punggung proses belajar, menjaga disiplin dan menemani anak-anak sepanjang kegiatan

Dengan segala keterbatasan, keduanya menyediakan waktu, tenaga, dan perhatian. Berbagai bantuan kecil datang perlahan, hingga berdirilah bangunan RBLK yang kini memasuki tahun ketiga, meski fasilitasnya masih jauh dari ideal. Kisah Hemus sesungguhnya menggambarkan potret besar persoalan pendidikan Indonesia.

Negeri ini sedang menjemput bonus demografi yang bisa menjadi mesin kemajuan bangsa. Namun, kualitas pendidikan masih harus dikejar. Hasil PISA 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-66 untuk literasi membaca, ke-70 untuk matematika, dan ke-67 untuk sains dari 79 negara.

Sementara Human Capital Index Bank Dunia 2022 menempatkan Indonesia di posisi 96 dari 173 negara. Data tersebut bukan menunjukkan kurangnya potensi, melainkan pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama.

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.