Jakarta (ANTARA) - San Antonio Spurs memastikan center andalan mereka, Victor Wembanyama, harus menepi selama 2 hingga 3 pekan dari NBA 2025-2026, akibat cedera otot betis kiri (calf strain).
Laman NBA, Selasa, menyatakan kepastian tersebut diumumkan klub menyusul hasil pemindaian MRI yang dijalani pebasket asal Prancis itu, pada Senin (17/1).
Sebelumnya, pemain berpostur tubuh setinggi 2,24 meter itu absen dalam kemenangan Spurs melawan Sacramento Kings.
Cedera betis dialami pebasket itu saat Spurs menghadapi Golden State Warriors, Jumat (14/11), dalam laga yang berakhir dengan kekalahan tipis 108-109.
Baca juga: Wembanyama di bawah performa, Spurs telan kekalahan pertama
Dalam pertandingan itu, Wembanyama tetap tampil impresif dengan mencatatkan 26 poin, 12 rebound, empat assist, dan tiga blok.
Pemulihan Wembanyama diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya hingga 3 pekan, meskipun Spurs menyatakan statusnya masih "tanpa batas waktu" (indefinitely).
Musim 2025-2026, Wembanyama tampil dominan dengan rata-rata 26,2 poin per laga (ppg), 12,9 rebound per laga (rpg), dan empat assist per laga (apg). Dia juga memimpin liga dalam kategori blok, dengan catatan 3,58 blok per laga (bpg).
Performanya turut mengantarkan Spurs membuka musim dengan rekor terbaik dalam satu dekade terakhir, yakni 8-4 (menang-kalah), termasuk start sempurna 5-0 yang menjadi rekor baru klub.
Baca juga: Wembanyama incar rekor bersejarah usai bawa Spurs raih catatan 4-0
Pada musim 2024-2025, Wembanyama hanya tampil dalam 46 pertandingan setelah didiagnosis mengalami deep vein thrombosis (DVT). Pebasket andalan timnas bola basket Prancis itu kemudian menjalani operasi untuk mengatasi pembekuan darah dan dinyatakan tidak memiliki risiko jangka panjang.
Absennya Victor Wembanyama diperkirakan menjadi tantangan berat bagi Spurs yang mengandalkan perannya di kedua sisi lapangan. Namun tim menyatakan akan berhati-hati agar sang pemain kembali dalam kondisi sepenuhnya pulih.
Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.