Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kajian stok ikan guna memastikan kebijakan penangkapan ikan terukur berjalan tepat sasaran dan mendukung tata kelola perikanan nasional yang berkelanjutan, serta menyejahterakan nelayan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif dalam keterangan di Jakarta, Rabu mengatakan upaya itu dilakukan bersama Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan).
"Ini untuk memperkuat tata kelola perikanan nasional melalui kajian stok ikan untuk mendukung terwujudnya penangkapan ikan terukur untuk kesejahteraan nelayan," kata Latif.
Ia menjelaskan Komnas Kajiskan memiliki mandat strategis untuk memberikan rekomendasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan terkait estimasi potensi sumber daya ikan, jumlah tangkapan yang diperbolehkan, tingkat pemanfaatan, dan ukuran minimum ikan yang boleh ditangkap.
Baca juga: KKP bangun industri budi daya kepiting yang berkelanjutan
“Kami juga berharap Komnas Kajiskan dapat selalu mendukung semua kegiatan prioritas KKP seperti pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan modernisasi kapal perikanan" ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP selaku Sekretariat Komnas Kajiskan Syahril Abd Raup mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, yang merupakan kunci menuju pengelolaan perikanan yang berbasis ilmu pengetahuan.
“Dengan dukungan data yang akurat dan berkesinambungan, Komnas Kajiskan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi stok ikan yang kuat untuk setiap wilayah pengelolaan perikanan (WPP), sehingga kebijakan penangkapan ikan terukur dapat diterapkan lebih tepat sasaran,” kata Syahril.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.