Kami mengimbau pengguna jalan menghindari melintas pada periode buka–tutup tersebut serta mematuhi arahan petugas di lapangan

Pekanbaru (ANTARA) - PT Hutama Karya Persero (HK) bersama instansi terkait menerapkan sistem buka–tutup di Jalan Raya Garuda Sakti Kilometer 7 pada waktu tertentu untuk mendukung kelancaran pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru, Riau.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah di Pekanbaru, Rabu, mengatakan, pihaknya melakukan hal tersebut untuk melaksanakan pekerjaan "erection girder" Jembatan Bentang pada STA 186+545.

Pengaturan ini diberlakukan dalam 3 (tiga) periode, yakni Rabu (19/11) pukul 00.00–04.00 WIB, Kamis (20/11) pukul 00.00–04.00 WIB dan pukul 23.00 WIB hingga Jumat (21/11) pukul 04.30 WIB.

“Untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus kendaraan, pelaksanaan sistem buka–tutup ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Badan Pengelola Transportasi Darat Riau, Kementerian Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Riau, Satuan Lantas Kepolisian Resor Kampar, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, serta Dinas Perhubungan Provinsi Riau,” katanya.

Sebagai dukungan tambahan, Hutama Karya dan seluruh instansi terkait juga menyiapkan dua kantong parkir sementara di Jalan Air Hitam dan Jalan Garuda Sakti KM 9 Pekanbaru.

Hal ini difungsikan sebagai "holding area" bagi kendaraan pribadi maupun angkutan barang yang perlu menunggu giliran melintas saat penutupan diberlakukan.

Petugas gabungan, lanjutnya, akan mengarahkan kendaraan ke lokasi ini untuk mencegah penumpukan di titik pekerjaan serta menjaga arus tetap terkendali.

Selain itu, disiapkan jalur detour khusus bagi kendaraan prioritas seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, serta kendaraan dinas pengamanan, sehingga tetap dapat melintas dengan cepat jika terjadi kondisi darurat.

Jalur ini akan diawasi langsung oleh petugas lapangan untuk memastikan keselamatan di sekitar area proyek.

Sebagai rute alternatif, pengguna jalan dapat melalui Jalan Lintas Garuda Sakti – Petapahan – Bangkinang (dua arah).

Sejumlah rambu pengarah dan petugas lapangan ditempatkan untuk membantu pengguna jalan menuju jalur alternatif tersebut.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu. Kami mengimbau pengguna jalan untuk menghindari melintas pada periode buka–tutup tersebut serta mematuhi arahan petugas di lapangan," katanya.

Tol Lingkar Pekanbaru sepanjang kurang lebih 30,5 km merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada koridor ruas Pekanbaru–Rengat, yang akan terhubung langsung dengan Tol Pekanbaru–Bangkinang dan Tol Pekanbaru–Dumai.

Ruas ini berperan penting dalam mengurai kemacetan di wilayah perkotaan Pekanbaru sekaligus memperlancar arus logistik menuju kawasan industri di Provinsi Riau.

Setelah beroperasi penuh, Tol Lingkar Pekanbaru diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh dari kawasan Panam menuju Kubang Raya atau Bangkinang dari sekitar 60 menit menjadi hanya 20–25 menit, sehingga mendukung efisiensi pergerakan barang dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Baca juga: HKI laporkan pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru capai 57 persen

Baca juga: Progres pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru mencapai 53 persen

Baca juga: HKI: Progres pembangunan Jalan Lingkar Tol Pekanbaru sudah 30 persen

Pewarta: Bayu Agustari Adha/Vera Luciana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.