PSEL Tangsel sudah siap dikerjakan. Secara teknis, persyaratan seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah telah dapat dipenuhi

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menilai lokasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, telah memenuhi persyaratan teknis dan siap dilangsungkan pembangunannya.

Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan fasilitas PSEL dilakukan di tujuh lokasi Indonesia, yang merupakan bagian dari proyek Waste to Energy (WtE), salah satunya di Kota Tangsel tersebut.

“PSEL Tangsel sudah siap untuk segera dikerjakan. Secara teknis, persyaratan seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah telah dapat dipenuhi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam Waste To Energy Investment Forum 2025 di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare (ha) untuk pembangunan fasilitas PSEL tersebut.

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 27 unit truk pengangkut sampah, serta para pemulung sampah yang nantinya akan menjadi bagian dari proyek Waste to Energy (WtE)

“Lahan sudah kami siapkan sekitar 5 hektare untuk fasilitas PSEL di Cipeucang. Truk pengangkut sampah sudah didapatkan pemenang lelang nya, saat ini sudah siap 27 unit dan secara bertahap akan ditambah sesuai kebutuhan. Kami konsisten memastikan kesiapan daerah terhadap PSEL Tangsel. Ini adalah langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah secara jangka panjang dan menghadirkan manfaat bagi kawasan,” ujar Benyamin.

Lebih lanjut, pihaknya telah menunjuk pelaksana proyek PSEL di Kota Tangerang Selatan, serta memastikan telah mendapatkan dukungan pendanaan dari investor strategis dan mitra teknologi juga telah siap membantu.

“Berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) pada April 2025, kami telah menetapkan pihak konsorsium swasta yang akan bertindak sebagai pelaksana pekerjaan,” ujar Benyamin.

Sebagai pelaksana proyek PSEL, PT Indoplas Energy Hijau (IEH) selaku anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) bersama mitra teknologinya melalui joint venture yaitu PT Indoplas Tianying Energy menyampaikan kesiapan teknis mereka untuk memasuki tahap pembangunan fasilitas PSEL.

Chief Executive Officer (CEO) OASA dan IEH Bobby Gafur Umar menjelaskan, PSEL Kota Tangerang Selatan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas listrik 23-25 MW.

“Teknologi utama berasal dari mitra kami, China Tianying (CNTY), yang telah terbukti sukses dalam mengelola berbagai fasilitas WtE skala besar di dunia,” ujar Bobby.

Pihaknya menegaskan, bahwa seluruh persyaratan teknis, studi perizinan, dan rencana konstruksi telah disiapkan untuk memastikan eksekusi berjalan sesuai standar internasional.

Baca juga: Pemerintah jamin proses izin pembangunan PSEL hanya tiga bulan

Baca juga: ESDM jamin tidak akan ada gas buang yang cemari lingkungan dari PSEL

Baca juga: Pakar UGM sebut PSEL harus diiringi transisi menuju ekonomi sirkular

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.