Umat Islam memiliki kewajiban untuk berzakat dan menunaikan ibadah haji, yang keduanya memerlukan kesejahteraan ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mendorong peran serta para ulama dan cendekiawan untuk bersatu bersama dalam membangun bangsa Indonesia menjadi negara maju.
"Kemandirian bangsa ini tentu tidak serta-merta menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak serta-merta menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga harus kita tanamkan dalam jiwa kita semuanya bahwa ulama, para intelektual, para cendekiawan juga harus merasa memiliki tanggung jawab," kata Anwar dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI di Jakarta, Kamis.
Anwar menekankan, para ulama dan cendekiawan juga memiliki tanggung jawab untuk membangun negara di bidang politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya.
Ia menyebut, kemandirian negara yang dibangun secara bersama-sama oleh para ulama dan cendekiawan merupakan arti kemerdekaan yang hakiki, sesuai dengan tema Munas XI MUI yakni "Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat".
Baca juga: MUI minta pemerintah dan masyarakat bijak dalam bermedia sosial
"Ulama perlu mengambil peran agar negara dan bangsa ini benar-benar menjadi negara mandiri. Karena, memang kita rasakan dan kita lihat, itu semuanya belum menjadi kenyataan," ujarnya.
Anwar juga mengingatkan kepada para ulama untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya menyejahterakan umat. Sebab, umat Islam memiliki kewajiban untuk berzakat dan menunaikan ibadah haji, yang keduanya memerlukan kesejahteraan ekonomi.
Ia menuturkan, hidup sejahtera dan kuat secara ekonomi merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW, karena Rasulullah bersama para sahabatnya merupakan cendekia yang juga pandai berbisnis
"Itu maknanya adalah umat Islam harus kuat di bidang ekonomi, dan baru setelah itu kita akan bersama-sama sejahtera. Omong kosong kita bicara soal kesejahteraan umat tanpa ada sinergitas yang utuh antara kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri kita, terutama kekuatan-kekuatan yang berada dalam bisnis dan ekonomi," katanya.
Baca juga: MUI: Perlu redefinisi gerakan dakwah agar tetap relevan di era digital
Anwar menekankan pentingnya seluruh sektor di Indonesia untuk saling bersinergi, demi mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya).
"Inilah pentingnya ke depan kita harus membangun sebuah sinergitas untuk membawa bangsa negara ini menjadi bangsa negara yang kuat. Kekuatan kita adalah kekuatan bangsa Indonesia. Marilah kita ber-Munas untuk melahirkan pikiran-pikiran yang positif, yang baik, demi masa depan bangsa dan negara, juga demi masa depan umat Islam," tutur Anwar Iskandar.
Baca juga: MUI ajak Kantor Berita ANTARA jadi mitra sukseskan Munas XI
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.