Jakarta (ANTARA) - Dua Mitra Usaha GoFood, Toby’s dan Nasi Kuning Roemah Naskoen, menjadi contoh bagaimana pelaku UMKM kuliner dapat mengembangkan bisnisnya berkat pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital.

Toby’s didirikan pada 2010 di Surabaya dengan satu misi–yaitu menyediakan ayam goreng berkualitas dengan harga terjangkau untuk seluruh masyarakat Surabaya. Bergabung pada GoFood pada tahun 2015, Toby’s pun pelan-pelan mulai meningkatkan skala bisnisnya.

Setelah satu dekade bermitra, Kini Toby’s mampu membuka 26 gerai yang tersebar di 6 kota dan GoFood menjadi sumber penjualan terbesarnya.

Kisah serupa juga dialami Nasi Kuning Roemah Naskoen yang berdiri pada 2019. Usaha yang mengemas menu nasi kuning secara modern telah mengandalkan GoFood untuk menjangkau pelanggan sejak awal berdirinya.

Dengan rata-rata penjualan harian mencapai 300 porsi, Roemah Naskoen mengaku bahwa 90 persen penjualannya berasal dari penjualan online, dimana GoFood menyumbang kontribusi penjualan terbesar.

Kedua pelaku usaha ini kini aktif berbagi pengalaman kepada sesama UMKM sebagai Mentor di Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk menekuni bisnis kuliner online.

Sejalan dengan kisah sukses para mitra, GoFood terus memperkuat upaya mempercepat digitalisasi UMKM kuliner melalui acara Maju Bersama GoFood yang digelar pada 19 November.

Acara Maju Bersama GoFood diikuti oleh ratusan UMKM kuliner dan dilengkapi beragam zona edukasi seperti Zona Pendaftaran GoFood, Zona KOMPAG, Zona Pusat Edukasi GoFood, hingga Zona JakPreneur. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan memperkuat jejaring sesama Mitra Usaha GoFood.

Di acara tersebut, ratusan pelaku UMKM kuliner juga bergabung ke ekosistem GoFood dalam waktu kurang dari 5 menit dengan menggunakan fitur “Daftar Hanya 5 Menit” di aplikasi GoFood Merchant. Inovasi ini menjadi langkah konkret GoFood untuk memastikan proses digitalisasi lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Head of Food, Ads and Merchants Gojek, Sovan Kumar Ganguly, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan jawaban atas aspirasi para pelaku usaha yang membutuhkan proses digitalisasi usaha mereka menjadi lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Baca juga: Go Food terus perkuat bisnis layanan pesan antar makanan

[Ujung kanan di sebelah MC] Siti Prameswari Wulandari, Head of Sales Excellence & Merchant Experience Gojek dan Deny Listiantoro Kepala Seksi Pemberdayaan UKM Dinas Perindustrian Provinsi DKI Jakarta [ujung kiri] berfoto bersama 10 pelaku UMKM kuliner, pemenang yang paling cepat menyelesaikan pendaftaran di aplikasi GoFood Merchant dalam acara Maju Bersama GoFood di SMESCO, Jakarta (19/10). (ANTARA/HO-Gojek)

“Cukup mengunduh aplikasi GoFood Merchant, mengisi data KTP dan nomor rekening, dan pelaku usaha sudah langsung bisa berjualan secara online,” ujarnya.

Selain kemudahan teknologi, GoFood juga menyediakan beragam program dukungan melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), sebuah wadah belajar, berbagi, dan berjejaring bagi pelaku usaha kuliner online.

Salah satu inisiatif utamanya, Pojok Belajar GoFood, kini diperluas dari 8 menjadi 24 kota di seluruh Indonesia untuk menjangkau lebih banyak Mitra Usaha di berbagai daerah.

“Kami percaya potensi UMKM di Indonesia masih luar biasa besar. Melalui acara Maju Bersama GoFood, kami ingin menegaskan komitmen GoFood untuk mendukung UMKM kuliner naik kelas dengan ekosistem digital yang inklusif, menyeluruh, dan berkelanjutan,” tutup Sovan.

Baca juga: Riset: GoFood paling banyak digunakan, kalahkan GrabFood & ShopeeFood

Baca juga: Go Food pastikan keamanan pangan dengan terapkan protokol kesehatan

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.