...Tausiah itu mengandung arti nasihat dari orang yang dicintai kepada yang dicintai
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyebutkan adanya nasihat atau tausiah yang disampaikan oleh ulama kepada pemerintah merupakan bentuk cinta mereka terhadap pemerintah agar negara dapat berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI di Jakarta, Kamis, Ma'ruf menyebutkan prinsip salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mengatakan "Kalau saya baik, bantu saya. Kalau saya tidak baik, luruskan saya" menjadi salah satu prinsip yang diterapkan oleh MUI hingga kini.
"Tausiah itu mengandung arti nasihat dari orang yang dicintai kepada yang dicintai. Artinya, kalau MUI memberi tausiah kepada pemerintah, tandanya MUI cinta kepada pemerintah," katanya.
Wakil Presiden RI Ke-13 itu juga menyebutkan saling memberikan tausiah menjadi salah satu perintah Allah SWT kepada umat Islam yang diturunkan melalui surat Al-Asr.
"Saya yakin pemerintahan di bawah Bapak Prabowo Subianto, insya Allah berada di dalam jalan yang benar, tidak perlu ada tausiah," ujarnya menegaskan.
Baca juga: Ketua MUI dorong peran ulama untuk bersatu bersama membangun bangsa
Kiai Ma'ruf menekankan MUI juga siap menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah dan pelayan masyarakat, dengan mendukung program-program pemerintah yang memiliki dampak dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia.
Khususnya, lanjut dia, dalam melaksanakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) RI 1945, di mana kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
"Itu sesuai dengan perintah Allah, supaya kekayaan itu tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja dan itu sesuai dengan semangat yang ada di dalam Majelis Ulama Indonesia dalam membangun ekonomi Indonesia," ungkapnya.
Menurut Ma'ruf, ekonomi yang baik adalah ekonomi yang berasal dari masyarakat, untuk kepentingan negara, bukan dari atas yang nantinya hanya menghasilkan konglomerasi yang dikuasai oleh segelintir umat saja.
Baca juga: MUI akan bahas solusi atasi kesenjangan ekonomi dalam Munas ke-11
"Salah satu kuncinya itu Pasal 33 (UUD 1945) itu, kekayaan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Tetapi, apabila yang makmur itu baru segelintir orang, berarti kemerdekaan belum benar-benar menjadi rahmat untuk orang Indonesia, belum menjadi rahmatan lil-indunisiyin, baru menjadi rahmat bagi segelintir orang, rahmatan lil-segelintiriyin," ucapnya berkelakar.
Oleh karena itu, Ma'ruf Amin berharap agar Pemerintah RI dapat mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945, demi mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka secara utuh.
Baca juga: MUI soroti perkembangan tarekat yang menyimpang di Indonesia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.