counter

Polresta Bekasi perketat pengamanan jelang mogok massal 28 Oktober

Polresta Bekasi perketat pengamanan jelang mogok massal 28 Oktober

Demo Buruh Jakarta. Ribuan buruh melakukan long march menuju Istana Merdeka ketika melakukan aksi unjuk rasa melintasi Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (1/9). Aksi buruh dari berbagai elemen itu menuntut pemerintah mengeluarkan regulasi untuk melindungi buruh , perbaikan kesehatan serta jaminan Hari Tua. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Kami akan memaksimalkan peran petugas keamanan agar dapat menjaga perusahaan di seluruh kawasan industri, termasuk akses tol."
Bekasi, Cikarang (ANTARA News) - Polresta Bekasi, Jawa Barat, akan memperketat pengamanan sejumlah objek vital dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah menjelang agenda aksi mogok massal buruh pada 28 Oktober 2015.

"Karena petugas satuan pengamanan merupakan garda terdepan dalam melakukan pengamanan," kata Kapolresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairudin di Cikarang, Minggu.

Menurut dia, diperkirakan akan ada ribuan buruh dari sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi yang akan bergabung bersama buruh Jabodetabek untuk menggelar aksi mogok massal.

"Kami akan memaksimalkan peran petugas keamanan agar dapat menjaga perusahaan di seluruh kawasan industri, termasuk akses tol," katanya.

Pihaknya mengaku sudah beberapa kali melakukan apel bersama petugas keamanan dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Bekasi jelang mogok nasional.

Dia juga mengingatkan agar pengunjuk rasa tidak melakukan sweeping di kawasan industri sebagai objek vital nasional.

"Kami akan tindak tegas aksi sweeping ke pabrik-pabrik," katanya.

Sementara itu, ribuan buruh dari Jabodetabek berencana melakukan unjuk rasa ke Jakarta dengan melakukan mogok nasional.

Buruh tersebut akan menyuarakan seputar penolakan terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah mengenai pengupahan.

Menurut buruh, penyusunan RPP tersebut tidak melibatkan kalangan buruh.

Selain itu, pertimbangan kenaikan upah yang berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi dinilai sangat merugikan buruh.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Perwakilan aksi buruh sampaikan aspirasi ke KSP

Komentar